Kantor Urusan Agama Kecamatan di Kota Jambi Tetap Melayani Yang Ingin Menikah di Hari Libur Kerja

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat, yang perlu untuk dibantu dalam setiap urusannya.

tribunjambi/miftachul jannah
Sepasang pengantin yang menikah di hari libur kerja di KUA Kecamatan Kotabaru, Minggu (21/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Miftahul Jannah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Walau Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, namun, di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat, yang perlu untuk dibantu dalam setiap urusannya.

Hal ini tampak pada Minggu (21/6/2020), penghulu serta staf-staf di KUA Kecamatan Kotabaru tetap bertugas sebagaimana mestinya, disebabkan banyaknya masyarakat yang mendaftar pernikahan saat ini.

Untuk diketahui, beberapa bulan lalu pelaksanaan pernikahan di seluruh kecamatan di Kota Jambi, termasuk Kecamatan Kotabaru, ditangguhkan sementara waktu dikarenakan pandemi Covid-19.

Presiden Jokowi Ulang Tahun, Ajudan Ikut Berikan Selamat Serta Doakan Hal Ini

Anda Ingin Rapid Test, Bisa Dilakukan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Biayanya Rp 225 Ribu

120 Hari Ditahan di Polres Merangin, Kasat Reskrim Benarkan Tersangka Penimbunan BBM Ditangguhkan

Namun, saat ini Kementerian Agama Republik Indonesia telah memperbolehkan untuk melaksanakan pernikahan. Tapi,  pernikahan di Kota Jambi tetap harus dilaksanakan di KUA.

Penghulu KUA Kecamatan Kotabaru Sofwan mengatakan, ia  tetap bertugas meski pada hari libur, karena  banyaknya masyarakat mendaftar untuk melaksanakan pernikahan.

Ia mengatakan, untuk pelaksanaan pernikahan di KUA pada hari libur dikenakan biaya Rp 600 ribu kepada sepasang calon pengantin. Sementara, untuk hari kerja dari Senin hingga Jumat tidak dikenakan biaya sama sekali.

Selain itu, KUA Kecamatan Kotabaru, juga memberi syarat kepada sepasang calon pengantin yang ingin melaksanakan pernikahan di KUA, untuk melengkapi protokol kesehatan. Apabila calon pengantin tidak memenuhi protokol kesehatan, maka pernikahan dapat dibatalkan.

"Untuk pasangan pengantin harus membawa masker, sarung tangan, serta hand sanitizer. Setelah akad harus melakukan cuci tangan yang sudah disiapkan oleh pihak KUA. Sarung tangan yang sudah digunakan saat akad diharapkan untuk langsung dibuang," jelasnya.

Sopwan menjelaskan,  dalam satu hari KUA membatasi 5 pasang calon pengantin yang akan menikah di KUA, masing-masing sepasang calon pengantin boleh membawa sebanyak 10 orang, diantaranya 5 laki-laki dan 5 perempuan.

Membanggakan! TNI Kembali Kalahkan Negara Tetangga Seperti Malaysia dan Filipina Dalam Ajang Ini

Diakui Sebagai Wanita Terindah Diantara Suku di Afrika, Begini Cara Mereka Merawat Kulit dan Tubuh

Heboh Isu Kiamat Hari Ini yang Dikaitan Sama Gerhana, Kalender Suku Maya Revisi Kegagalan Tahun 2012

VIDEO Ini Video Detik-detik Erupsi Gunung Merapi Tertangkap Kamera, Tinggi Kolom Abu 6 Kilometer

 Satu di antara calon pengantin, Masniati yang melaksanakan akad nikah mengatakan, dia tidak keberatan untuk melaksanakan pernikahan di Kantor Urusan Agama, walaupun saat menikah di hari libur dirinya dikenakan biaya sebesar Rp 600 ribu.

"Kami tidak keberatan karena hari libur itu seharusnya hari istirahat, kami juga memaklumi makanya dikenakan biaya," ujarnya.

Ia mengaku tidak mempermasalahkan karena, tidak bisa melaksanakan pernikahan di rumah, hal itu dimaklumi nya karena saat ini memang masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Masniati mengatakan,  saat pelaksanaan pernikahan pihak KUA sudah memberitahu terkait protokol Kesehatan apa saja yang harus dilengkapi.

"Sebelum kami menikah pihak KUA sudah kasih tahu apa aja yang dibawa, Jadi kami bawa masker, sarung tangan, dan hand sanitizer. Kami juga tidak keberatan untuk membawa semua itu kan demi kebaikan juga," pungkasnya.

Penulis: Miftachul Jannah
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved