Pemkot Jambi Bantah Rumah Sakit Abdul Manap Pernah Tolak Pasien Melahirkan

Wakil Wali Kota Jambi Maulana mengklarifikasi pemberitaan kasus meninggalnya warga Muaro Jambi usai melahirkan.

Tribunjambi/Miftahul Jannah
Wakil Wali Kota Jambi Maulana didampingi Direktur Utama Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi, Rudi Parede mengklarifikasi pemberitaan kasus meninggalnya warga Muaro Jambi usai melahirkan. 

TRIBUNJAMBI.COM.JAMBI-Wakil Wali Kota Jambi Maulana didampingi Direktur Utama Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi, Rudi Parede mengklarifikasi pemberitaan kasus meninggalnya warga Muaro Jambi usai melahirkan. Sebelumnya, pasien dikabarkan ditolak pihak RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menjelaskan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan S suami dari pasien yang melahirkan dengan inisial D, warga Pematang Gajah, Muaro Jambi.

Dalam pemberitaan istri dari S yaitu D, dalam proses persalinannya dengan diagnosa persalinan anak kedua, usia kehamilan 42 minggu. Diketahui bahwa pasien tersebut memang sudah waktunya untuk melakukan persalinan dan mendatangi bidan dengan inisial E, karena pasien D memiliki keluhan lain, akhirnya, bidan E merujuk D ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Kota Jambi.

Ditolak Dua Rumah Sakit, Ibu Ini Meninggal Setelah Melahirkan, Kejadian di Kota Jambi

Syarif Fasha: Saya Minta Diusung Partai PAN

"Kemudian, rumah sakit swasta tersebut juga merujuk kepada rumah sakit swasta lainnya, dan pasien itu ditangani di rumah sakit swasta tersebut, dan persalinannya berjalan dengan normal bukan operasi, dan bayinya Alhamdulillah sehat karena ada sesuatu secara medis ibunya meninggal,"jelas Maulana, di Aula Griya Mayang, Sabtu, (20/6).

Dalam kaitan itu dirinya atas nama Pemerintah Kota Jambi turut mengaturkan bela sungkawa dan mendoakan agar almarhumah khusnul khotimah.

Selain itu ia juga menegaskan, bahwa D (28) tersebut tidak pernah datang ke RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

"Dan Bapak Walikota sudah sangat tegas kebijakannya bahwa Pemerintah Kota Jambi, bahwa rumah sakit pemerintah maupun Puskesmas tidak boleh melakukan, memulangkan pasien apalagi itu berkaitan dengan masalah administratif," tegasnya.

Maulana juga menjelaskan bahwa pada hari yang sama RSUD Abdul Manap kota Jambi juga didatangi dua pasien lain, dan hal itu dijelaskan nya tidak ada hubungannya dengan D, yang dimaksud dalam pemberitaan sebelumnya.

"Jadi informasi ini melengkapi informasi yang sudah ada, karena klarifikasi ini diminta oleh suami dari almarhum yaitu S, yang tadi berkomunikasi langsung dengan saya melalui telepon, Beliau juga berpesan agar meluruskan berita ini, karena beliau juga terbebani dengan informasi berita ini,"jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Abdul Manap Kota Jambi Rudi Pardede juga menjelaskan bahwa pada hari yang sama dirinya mendapatkan telepon bahwa, terdapat dua pasien dalam keadaan hamil yang dirawat di RSUD Abdul Manap Kota Jambi.

Ingat Kronologi Meninggalnya Saphira Indah yang Hamil 5 Bulan, Rico Hidros Daeng Menikah Lagi

Penghulu Nikahkan Mantan Istri dengan Teman Sendiri, Netizen Bilang Kayak Sinetron, Ternyata Sedih

"Dan pada hari itu yang ada masuk di IGD adalah inisial nyonya Y dan Nyonya M. Untuk klarifikasi kami, yang kami rujuk di Rumah Sakit Raden mattaher itu adalah Y dan M bukan D yang dimaksud itu,"jelasnya.

"Dan saat kami konfirmasi, dicek memang tidak ada pasien dengan inisial D di buku register," pungkasnya.(Miftahul Jannah)

Penulis: Miftahul Jannah
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved