Berita Internasional

Mengapa Situs Australia Diserang Bertubi-tubi? Mengapa Tuduhan Mengarah ke China?

Serangan siber itu bukan baru terjadi, sebagaimana ditekankan PM Morrison melainkan berlangsung terus-menerus terhadap Australia.

Editor: Duanto AS
Pixabay/TheDigitalArtis
Ilustrasi hacker 

TRIBUNJAMBI.COM - Sejumlah pejabat Australia sebut China sebagai dalang di balik serangan siber terhadap lembaga pemerintahan, rumah sakit, serta organisasi publik lain di Australia dalam beberapa bulan terakhir.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyatakan lembaga-lembaga di Australia, baik pemerintah maupun swasta, saat ini menjadi sasaran serangan dari peretas "berbasis negara".

Meski PM Morrison menolak menyebutkan negara mana yang dimaksud, namun sumber ABC di kalangan pejabat yakin bahwa China berada di balik serangan jahat tersebut.

Serangan siber itu bukan baru terjadi, sebagaimana ditekankan PM Morrison melainkan berlangsung terus-menerus terhadap Australia.

Pledoi Iman Nahrawi Isinya Minta Taufik Hidayat Juga Dijadikan Tersangka, Ini Sebabnya

Cium Aroma Konflik Bergeser ke Natuna, TNI AL Siagakan 4 Kapal Perang Antisipasi Dampak China Vs AS

WAJAR Saja India Dibuat Berang, Rupanya Ini yang Dilakukan China Sebelum Bentrokan Berdarah Terjadi

Dia meminta lembaga-lembaga pemerintah swasta untuk meningkatkan pengamanan situs web mereka.

Saat ini diketahui adanya serangan terhadap departemen dan lembaga pemerintah negara bagian dan pemerintah kota, yang semuanya memiliki data ekonomi yang sensitif.

"Kegiatan ini menargetkan organisasi Australia di berbagai sektor, termasuk semua tingkat pemerintahan, industri, organisasi politik, pendidikan, kesehatan, penyedia layanan penting dan operator infrastruktur penting lainnya," ujar PM Morrison.

"Kami tahu pelakunya adalah aktor siber canggih yang berbasis negara, karena skala dan sifat penargetan dan tradecraft yang mereka gunakan," katanya.

Dia mengatakan sejauh ini tidak ada pelanggaran privasi berskala besar, namun menyebut serangan itu "jahat".

"Itulah sebabnya kami mengangkat pemasalahan ini hari ini," katanya pada Jumat (19/6/2020).

Tujuannya, menurut PM Morrison, untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong organisasi, terutama di bidang kesehatan, infrastruktur dan layanan lainnya agar menerapkan pertahanan teknis untuk mengatasi serangan siber.

Pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, Anthony Albanese, mengaku telah mendapatkan pengarahan tentang serangan yang sedang berlangsung dan upaya mengatasinya dari pihak intelijen.
"Tidak ada perbedaan pendapat antara Pemerintah dan Oposisi mengenai masalah ini," katanya.

PM menolak sebut China Ketika ditanya apakah negara pelaku serangan siber sudah diidentifikasi, PM Australia itu mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menyebutkan.

"Yang saya bisa konfirmasi yaitu, tidak banyak aktor peretas berbasis negara yang terlibat dalam aktivitas semacam ini," katanya.

Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, 3 negara teratas yang diduga mensponsori operasi serangan siber ke negara lain yaitu China, Rusia dan Iran.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved