Perampok Keponakan Pengusaha Pempek Selamat Ternyata Bersaudara, Kapolres: Kita Kejar Sampai Dapat

Kepada tribunjambi.com, Arhan menuturkan, dirinya nekat menenmbak korban, lantaran takut korban melarikan diri.

Tribunjambi/Aryo Tondang
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Dover Christian saat ekspos pelaku perampokan keponakan pengusaha Pempek Selamat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pelaku perampokan terhadap David Wijaya, keponakan pengusaha Pempek Selamat, beberapa waktu lalu ternyata dua kakak beradik kandung.

Sebelumnya, Unit Reskrim Polresta Jambi, dibantu oleh Unit Resmob Polda Jambi berhasil mengamankan seorang pelaku, yakni Arhan yang menjadi eksekutor penembakan terhadap David Wijaya.

Dari keterangan Arhan, satu orang berinisial DH, yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Jambi merupakan kakak kandungnya.

Delapan Orang Penting Parpol di Tanjabbar Kumpul, Sekretaris Golkar: Hanya Obrolan Biasa

Novel Baswedan Nilai Banyak Yang Janggal Dari Kasusnya, Najwa Shihab: Ini Terdakwa Joki?

Positif Covid-19 Tembus Angkas 41.000, Indonesia Jadi Negara Dengan Kasus Tertinggi di Asia Tenggara

Dia mengatakan, senjata api (Senpi) rakitan yang digunakannya untuk menembak korban didapati dari kakaknya tersebut.

"Saya beraksi sama kakak saya bang, dia yang ngajak, datang langsung ngasi senpi ke saya," kata Arhan, Kamis (18/6/2020) pagi.

Lebih lanjut, Arhan menjelaskan, yang merencanakan perampokan tersebut adalah kakaknya. Sementara, korban telah mereka intai sesaat setelah keluar dari bank.

Kepada tribunjambi.com, Arhan menuturkan, dirinya nekat menenmbak korban, lantaran takut korban melarikan diri.

"Saya takut dia lari bang, jadi saya tembak sebanyak dua kali bang," ujar Arhan.

Sementara itu, dirinya mengakui tidak mengetahui keberadaan kakaknya.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Dover Christian menegaskan, pihaknya akan memburu DH kakak Arhan yang saat ini masuk dalam DPO.

"Jadi DH ini kakak pelaku yang lebih dulu kita amankan, kita akan kejar sampai dapat, tidak ada cerita tidak, jadi sebaiknya, tersangka segera menyerahkan diri,'" tegas Dover.

Dari tangan tersangka Arhan, polisi menyita empat senpi rakitan, satu di antaranya senpi rakitan jenis renvelover warna silver dengan gagang kayu yang digunakan Arhan saat beraksi.

Kemudian, 13 buah amunisi, helm yang hitam dan jaket abu-abu yang dipakai korban.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved