Sikap Gubernur Sulawesi Tenggara Melunak, Dulu Menolak Kini Izinkan 500 TKA China Bekerja di Konawe
Sikap Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi terhadap TKA China kini melunak.
TRIBUNJAMBI.COM - Sikap Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi terhadap TKA China kini melunak.
Sebelumnya, ia menolak atau tidak mengizinkan kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan bekerja di wilayahnya.
Sebelumnya, Ali dan DPRD Sulawesi Tenggara satu suara menolak kedatangan 500 TKA China yang akan bekerja di Konawe tersebut.
Kini, Ali Mazi mengubah sikapnya terkait TKA asal China yang akan membangun smelter di daerahnya itu.
Saat itu, Ali menjelaskan, penolakan itu dilakukan karena bertentangan dengan susana kebatinan masyarakat Sultra yang tengah berjuang melawan pandemi Covid-19.
• Nazaruddin Bebas, KPK Bantah Beri Status Justice Collaborator ke Mantan Bendahara Partai Demokrat
• Preman Terminal Bisa Jadi Perwira Kopassus, Untung Pranoto Naik Pangkat 17 Kali Dalam Karier
• Tim Pelangi Polres Tanjabbar Tinjau Kesiapan SMAN 1 Kuala Tungkal Hadapi KBM Menuju New Normal
"Setelah saya mengetahui informasi itu, langsung mengundang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga DPRD, Danrem, Kapolda, Imigrasi," ungkap Ali Mazi pada akhir April 2020 seperti dikutip dari Kompas.com.
"Kesimpulannya kita keberatan untuk kebijakan memasukkan kembali 500 TKA asal China,” imbuhnya.
Kini, Ali mengizinkan para pekerja asing itu datang ke Konawe, Sulawesi Tenggara, untuk bekerja.

Ali beralasan, 500 TKA asal China itu sudah ada izin dari pemerintah pusat. "Kita pemerintah daerah tidak boleh bertentangan dengan pemerintah pusat," kata Ali saat diwawancarai Kompas TV, Selasa (16/6/2020).
Walau begitu, Ali tetap mewajibkan semua TKA asal China yang masuk ke Sulawesi Tenggara harus menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Mereka harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum boleh bekerja.
Ali menilai, kedatangan para pekerja asing itu untuk mendukung investasi yang ada di Sulawesi Tenggara. "Sehingga pasca-Covid, kita bisa bangkit," kata Ali.
Setelah diizinkan, 500 TKA asal China itu akan datang secara bertahap ke Konawe. Pada tahap pertama, ada 146 tenaga kerja yang didampingi empat tenaga medis.
Mereka dijadwalkan tiba pada 23 Juni 2020.
Sementara itu, External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, para TKA tersebut sedianya akan mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.
Pengerjaan tungku smelter tersebut diklaim dapat menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Terkait penerimaan ribuan karyawan itu, menurut dia, saat ini sudah selesai dilakukan perekrutan.