Terkendala SDM, di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Belum Ada Rumah Potong Hewan

di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) baru memiliki Tempat Pemotongan Hewan (TPH), belum miliki Rumah Potong Hewan

tribunjambi/abdullah usman
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunak) Tanjabtim, Radjito 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Hingga saat ini di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) baru memiliki Tempat Pemotongan Hewan (TPH),  belum miliki Rumah Potong Hewan (RPH).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunak) Tanjabtim, Radjito mengatakan, dua TPH tersebut terletak di dua kecamatan, yaitu di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai dan di SK 21 Kecamatan Rantau Rasau.

"Pak Lamikun, Pengurus di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai dan Pak Wahyudi di SK 21 Kecamatan Rantau Rasau," katanya, Minggu (14/6/2020).

Menurutnya, sebelum hewan-hewan ternak itu dipotong, terlebih dahulu diperiksa oleh tim medis peternakan agar daging hewan yang dipotong baik untuk dikonsumsi.

"Sebelum dipotong, hewan diperiksa terlebih dahulu, sehingga daging yang dijual tidak membahayakan kesehatan manusia," katanya.

Dalam satu minggunya, lanjut Radjito, di luar hari besar, seperti Hari Raya Idhul Fitri, TPH dapat memotong sebanyak 2 ekor. Menjelang hari raya, frekuensi dan jumlah pemotongan dapat mencapai 4 ekor dalam setiap minggunya. "Hari biasa paling banyak 2 ekor setiap Minggunya," ucapnya.

Dijelaskannya, sepanjang kemampuan anggaran daerah masih terbatas, pengawasan, pemeriksaan sudah dilakukan dengan maksimal.

Pria Ini Hasil Rapid Test Reaktif Hamil, Keluarga Marah-marah Minta Petugas Medis Jangan Main-main

Pandemi Covid-19, LKP di Jambi Kursus Pelatihan secara Daring, Kita Mau Daftar Cukup dari Rumah Saja

Masa Pandemi Covid-19, Puluhan Pasangan Pengantin di Merangin Tetap Laksanakan Akad Nikah

"Selain itu, jumlah sumber daya manusianya masih terbatas. Makanya Tanjabtim belum memiliki RPH,’’ sebutnya.

Menurutnya, untuk saat ini belum adanya wacana pihaknya untuk mendirikan RPH. Apalagi saat ini terkait dengan Pandemi Covid-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya.

"Karena itu mempengaruhi alokasi anggaran di daerah maupun pusat. Saat ini yang kita lakukan memaksimalkan pengawasan dan pemeriksaan ternak sebelum dipotong (ante mortem) dan setelah dipotong (post mortem) di tempat pemotongan hewan,’’ pungkasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved