Pandemi Covid-19, LKP di Jambi Kursus Pelatihan secara Daring, Kita Mau Daftar Cukup dari Rumah Saja

Pandemi Covid-19 banyak membuat aktivitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terganggu.

tribunjambi/Mareza Sutan AJ
Pandemi Covid-19 banyak membuat aktivitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Kota Jambi terganggu. LKP di Kota Jambi melakukan beberapa upaya. Seperti melakukan pelatihan komputer dan bahasa Inggris secara daring. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pandemi Covid-19 banyak membuat aktivitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terganggu. Untuk menyiasati hal tersebut, LKP di Kota Jambi melakukan beberapa upaya.

Seperti yang dilakukan Silvia Rianti Agustini, pengelola  Via Komputer yang beralamat di Jalan Tempoa II, nomor 20, Jelutung, Kota Jambi. Selama masa pandemi, dia melakukan pelatihan komputer dan bahasa Inggris secara daring.

"Dalam kondisi pandemi, pelatihan daring cukup efektif, artinya memberi solusi agar kursus dan pelatihan tidak stuck atau jalan di tempat, bahkan mati suri," katanya, Minggu (14/6/2020).

Selain itu, menurutnya, pelatihan yang dilakukan secara daring juga menjadi solusi bagi warga kursus untuk tetap mendapatkan ilmu meskipun tidak melalui tatap muka.

Masa Pandemi Covid-19, Puluhan Pasangan Pengantin di Merangin Tetap Laksanakan Akad Nikah

Walau Kalah di MA, Ruben Tetap Pakai Nama Geprek Bensu Dengan Format Berbeda

Pria Ini Hanya Bisa Saat Melihat Ikan Arwana Rp 2 Juta Miliknya Digoreng sang Ayah

Seperti pelatihan komputer yang dia kelola. Saat ini dia melakukan pelatihan interaktif dengan menggunakan media zoom atau google meet. Pelatihan yang ditawarkannya pun tetap beragam, mulai dari microsoft office, ujian aplikasi perkantoran, corel draw, hingga adobe photoshop, dengan biaya Rp 300-700 ribu.

Selain itu, LKP yang dia kelola juga tetap membuka pelatihan teknisi untuk komputer, laptop, ponsel, hingga elektro, dari biaya Rp 500ribu hingga Rp 3,5 juta dengan jumlah pertemuan sesuai kebutuhan.

Dia bilang, saat pertemuan melalui zoom atau google meet, instruktur akan memberikan penjelasan terkait materi yang disampaikan.

"Misalnya, kursus desain grafis dan aplikasi perkantoran, interaksi atau pembelajaran warga kursus dan instruktur menggunakan zoom meeting. Setelah selesai zoom warga kursus diberi waktu untuk mengerjakan tugas yang harus dikirim ke instruktur," jelasnya.

Tidak sampai di sana, kata dia, nanti juga akan ada review dari instruktur. Hasil penugasan akan dicek kembali untuk memastikan peserta pelatihan melakukan tugas sesuai arahan. Dalam hal ini, warga kursus harus memiliki perangkat laptop atau PC sendiri di rumahnya.

Hal sama juga berlaku untuk kursus bahasa Inggris. Silvi bilang, saat ini dia bekerja sama dengan imperial English United Kingdom.

Mengingat kondisi pandemi ini, pembelajaran tidak bisa total tatap muka. Untuk menyiasatinya, baik sekolah, language centre, hingga perguruan tinggi bisa menyelenggarakan pembelajaran bahasa Inggris bertaraf Internasional (British Standard) dengan metode daring interaktif (online dan offline).

Dikatakannya, untuk pendaftaran pun saat ini juga disediakan secara daring, baik melalui website mau pun whatsapp di 085378631113.

"Kami pakai teknologi berupa aplikasi yang bisa merekam speaking, menyediakan listening, reading, maupun belajar structure dengan aplikasi tersebut. Interaksi dengan instruktur tetap dilakukan dengan media aplikasi tersebut," jelas perempuan yang juga merupakan perwakilan IEUK di Jambi ini.

Penulis: Mareza
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved