Mau Menikah di Pandemi Covid-19 Ini, Bisa Akad Nikah di Luar KUA, Baca Ini Syarat-syaratnya

Sempat ditutup beberapa waktu lalu. Kini pelayanan akad nikah di kantor urusan agama (KUA) di Provinsi Jambi sudah dibuka kembali.

TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Zostavia 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat ditutup beberapa waktu lalu. Kini pelayanan akad nikah di kantor urusan agama (KUA) di Provinsi Jambi sudah dibuka kembali. Bahkan pelaksanaan akad nikah sudah bisa dilaksanakan di kantor KUA maupun di luar kantor KUA dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Zostavia menyampaikan, kebijakan pembolehan akad nikah di luar kantor KUA tersebut berdasarkan surat edaran dari Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi nomor 3056 IKW.05.5/3/PW.00/06/2020 menindak lanjuti SE Nomor P.006/DJ.II/Hk.00.7/06/2020 tanggal 10 Juni 2020 Tentang pelayanan nikah menuju masyarakat produktif aman covid.

Dijelaskan Zostavia, ketentuan layanan pernikahan saat ini antara lain, pertama layanan pencatatan nikah di kantor urusan agama (KUA) kecamatan dilaksanakan setiap hari kerja dengan jadwal mengikuti ketentuan system kerja yang telah ditetapkan.

Warga Kuala Jambi Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan, Mengidap Kanker Sejak 2017

6 Aktor Ganteng Ini Miliki Istri Keturunan Blasteran, Mulai dari Baim Wong hingga Chicco Jericko

Rapid Test di Puskesmas Dua Dibilang Gratis, Andi Malah Disuruh Tes di Klinik Bayar Rp 400 Ribu

Pendaftaran Nikah dapat dilakukan secara online antara lain melalui website simkah.kemenag.go.id, telepon, e-mail atau secara langsung ke KUA Kecamatan.

"Ketentuan sebagaimana dimaksud di atas terkait proses pendaftaran nikah, pemeriksaan nikah dan pelaksanaan akad nikah dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan dan semaksimal mungkin mengurangi kontak fisik dengan petugas KUA Kecamatan," kata Zostavia, Minggu (14/6/2020).

Selanjutnya, mengenai pelaksanaan akad nikah, dapat diselenggarakan di KUA atau di luar KUA. Akad nikah di KUA maksimal 5 (lima) pasang dalam satu hari. Kemudian peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di KUA atau di Rumah diikuti sebanyak banyaknya 10 (sepuluh) orang saja.

"Peserta prosesi akad nikah yang dilaksanakan di Masjid atau Gedung pertemuan diikuti sebanyak-banyaknya 20% dari kapasitas ruangan dan tidak boleh lebih dari 30 (tiga puluh) orang," jelasnya.

Di tengah wabah virus corona, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi tetap melakukan proses akad nikah.
Di tengah wabah virus corona, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi tetap melakukan proses akad nikah. (Tribunjambi/Hasbi)

KUA Kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak catin, waktu dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protocol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Lanjut dia, memahami bahwa tingkat penularan dan penyebaran covid di tiap daerah berbeda, maka dalam hal pelaksanaan akad nikah di luar KUA, Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kepala KUA Kecamatan berkoordinasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah kecamatan/gugus tugas, aparat Keamanan dalam hal pengendalian pelaksanaan akad nikah sesuai protokol kesehatan.

"Dalam hal protokol kesehatanatau ketentuan di atas tidak dapat terpenuhi, Kepala KUA/penghulu wajib menolak pelayanan nikah disertai alasan penolakannya secara tertulis yang diketahui oleh aparat keamanan," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved