Berita Sarolangun

LIbur Sekolah di Kabupaten Sarolangun Diperpanjang, Besok Masuk Ujian Sistem Daring

Perpanjangan hari libur ini terhitung mulai tanggal 15 Juni sampai 20 Juni 2020 karena penyikapi persoalan pencegahan virus Covid-19.

Tribunjambi/wahyu
Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Libur sekolah dari tingkat Paud, TK, SD dan SMP sederajat di Kabupaten Sarolangun kembali diperpanjang.

Perpanjangan hari libur ini terhitung mulai tanggal 15 Juni sampai 20 Juni 2020 karena penyikapi persoalan pencegahan virus Covid-19.

"Iya diperpanjan," kata Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun Helmi, Minggu (14/6/2020).

Pemkot Jambi Pulangkan Dua Pasien Sembuh Covid-19

Amerika Bongkar Kebohongan China Terkait Virus Corona, Foto Ini Ungkap Fakta yang Disembunyikan

Perpanjangan tersebut sesuai dari instruksi dari Sekjen Mentri Pendidikan RI No 15 Tahun 2020. Tentang pedoman penyelenggaraan belajar di rumah pada masa pandemi Covid-19.

Dengan suasana yang masih dalam pencegahan virus covid-19 ini, kepala sekolah diimbau untuk seluruh peserta didik tetap belajar di rumah dan tidak bertemu dalam bentuk kelompok.

"Pembelajaran dilakukan secara daring (dalam jaringan) oleh guru melalui aplikasi WhatsAap grup," katanya.

Selain itu, orang tua tetap memantau anaknya dan melarang pergi dan beraktivitas di luar seperti warnet, tempat hiburan lainnya.

Menghadapi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan New Normal, pihak sekolah harus menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap pintu ruang kelas.

"Kepala sekolah agar membuat daftar piket guru/pegawai untuk memberi pelayanan di sekolah," katanya.

Lanjutnya, jika pada masa sekarang memang jadwalnya para siswa melaksanakan ujiaj akhir semester kenaikan kelas.

Ujian akhir semseter mulai tanggal 15 sampai 20 juni 2020. Sesuai dengan surat keputusan kepalda dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sarolangun Nomor: 420/0454/Disdikbud/V/2020 tanggal 29 Mei 2020.

Adapun ujian juga dilakukan dengan sisten dalam jaringan (daring).

Pihak sekolah mengarahkan pada guru supaya memberikan tugas ujian yang tidak memberikan peluang siswa untuk keluar rumah.

Lanjutnya, jika nilai tambahan bisa diberikan melalui nilai harian yang ia peroleh sebelum masa pandemi Covid-19 ini.

"Makanya ini saya kunci semua, dak ada alasan lagi. hal ini untuk mencegah anak-anak keluar rumah. Ujian kita lakukan satu materi, nilai ujian ditambah nilai harian, ujian semenster. Topiknya misalnya mengarang selama masa pandemi Covid-19 ini di rumah apa saja yang dilakukan," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved