Breaking News:

108 Positif Corona Jambi

Kapasitas Penumpang di Jambi Sempat Dikurangi, Tidak Ada yang Keberatan, Dishub: Keluhan Tetap Ada

Bukan hanya itu, pihak perusahaan juga tidak dibenarkan menaikkan tarif angkutan. Tapi, kata dia, keluhan tersebut tidak membuat perusahaan...

Tribunjambi/Mareza
Kepala Dishub Provinsi Jambi, Vahrial Adhi Putra. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hingga kini, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Jambi belum menerima komplain terkait aturan pengurangan jumlah penumpang beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Vahrial Adhi Putra menyampaikan, sebelumnya pemerintah memberlakukan jumlah penumpang maksimal 50 persen. Terakhir, aturan tersebut dilonggarkan menjadi 70 persen untuk angkutan umum.

"Memang masih dibatasi jumlahnya. Tapi sejauh ini tidak ada yang keberatan atau komplain, apa lagi sekarang sudah lebih longgar," ujarnya, belum lama ini.

Pasien Covid-19 Sembuh Meningkat Drastis di Provinsi Jambi Hari Ini

DETIK-DETIK Pencuri di Toko Baju di Jambi Ambil Uang, Jelas Terekam CCTV

Minum Air Rebusan Daun Pandan Secara Rutin, Dipercaya Bisa Redakan Insomnia dan Diabetes

Kata dia, pihak perusahaan angkutan umum dan travel memaklumi kebijakan tersebut, mengingat harus menerapkan physical distancing dalam mengoperasikan angkutan umum.

Meski begitu, dia mengakui, tetap ada perusahaan yang mengeluhkan aturan tersebut. Mengeluhkan di sini dikatakannya karena kurangnya pemasukan yang didapat pihak perusahaan.

"Keluhan tetap ada, karena memang mereka tidak boleh bawa penumpang penuh, wajib mematuhi protokol kesehatan," jelasnya.

Bukan hanya itu, pihak perusahaan juga tidak dibenarkan menaikkan tarif angkutan. Tapi, kata dia, keluhan tersebut tidak membuat perusahaan angkutan protes dan lantas melanggar aturan yang ada.

"Kami pantau terus, sejauh ini rata-rata travel di Jambi masih patuh," katanya.

Perlu diinformasikan, setelah aturan kapasitas maksimal penumpang 50 persen, Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat menetapkan tiga fase dalam pengaplikasian normal baru (new normal), guna mencegah penyebaran Covid-19.

Fase pertama dimulai pada 9-30 Juni 2020, fase kedua pada 1-31 Juli 2020, dan terakhir fase ketiga pada 1-31 Agustus 2020 mendatang.

Angkutan umum, baik antarkota antarprovinsi mau pun antarkota dalam provinsi, pada fase pertama dan kedua diizinkan mengangkut penumpang hingga 70 persen. Pada fase ketiga, akan lebih diperlonggar menjadi 85 persen.

Penulis: Mareza
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved