Penambang Speedboat di Mendahara Ulu Mengeluh, Pendapatan Berkurang Akibat Pandemi Covid-19

pengemudi speedboat di Dermaga Simpang Kiri, Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur harus menelan pil pahit

tribunjambi/abdullah usman
Kondisi dermaga Speedboat di Kelurahan Simpang Kiri biasa melayani rute antar dua Kecamatan, sejak kembali beroperasi tiga hari terakhir masih terpantau lengang dari penumpang. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dua bulan vakum akibat pandemi Covid-19, penambang speedboat di Dermaga Simpang Kiri, Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur harus menelan pil pahit akibat pelanggan yang berkurang.

Speedboat hanya melayani rute penyeberangan antar dua Kecamatan Mendahara Ulu dan Mendahara. Hal tersebut tidak cukup menjamin bagi para pemilik speedboat dapat memaksimalkan penumpang setiap harinya. Tentu saja pendapatan mereka juga berkurang. 

Dikatakan Nurdin, satu dari penambang speedboat yang biasa mangkal di Dermaga Simpang Kiri. sepinya penumpang yang melakukan perjalanan penyebrangan antar dua kecamatan di Tanjabtim yakni kecamatan Mendahara Ulu dan kecamatan Mendahara ini sudah terjadi sejak wabah covid-19 mendera.

Kondisi Jalan Panerokan Sangat Memprihatinkan, Fachrori Umar Usulkan Perbaikan di 2021 Lewat DAK

Barang Bukti 71 Batang Kayu Hasil Ilegal Logging Dihibahkan Kejari Batanghari ke Pondok Pesantren

Bupati Muarojambi Sampaikan LKPj 2019, Wakil Ketua DPRD Haikal: Kita Akan Cek ke Lapangan

" Tengoklah sekarang suasana dermaga sangat sepi, kalo biasonyo ado bae calon penumpang yang nunggu sekarang susah nian," ujarnya, Jumat (12/6).

Menurutnya, pada hari normal biasanya biasanya ia beberapa rekan lainnya biasa membawa penumpang hingga dua trip dalam sehari. Namun, saat ini dirinya hanya satu kali trayek itupun jumlah penumpangnya tidak full. 

" Dari muatan biasanya 8 - 10 orang penumpang per speedboat,  saat ini paling banyak hanya 4 - 5 penumpang saja," katanya.

Dikatakannya pula, dermaga speedboat Simpang kiri ini sejak mewabahnya Covid-19 Dua bulan lalu, terhitung baru 3 hari aktif beroperasi kembali. " Harapan kita setelah lama of bisa banyak penumpang, ternyata masih sepi," ujarnya.

"Bahkan tak jarang ada yang tidak mendapatkan penumpang sama sekali, sehingga modal untuk membeli BBM pun tidak kembali," pungkasnya.

Yunus pemilik Speedboat lainnya bilang, sepinya penumpang speedboat ini tidak hanya berdampak tidak baik pada pemilik dan penambang saja. Namun, juga berdampak pada buruh angkat barang di dermaga tersebut juga ikut terdampak.

"Kondisi itu otomatis, jika penumpang sepi tentu rezeki bagi mereka tukang angkat barang juga hilang," katanya. 

Penulis: Abdullah Usman
Editor: rahimin
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved