Kisah Militer

Jenderal TNI Asal Jambi Kaget Bukan Main Akibat Sniper Legendaris Kopassus Ini, 'Kamu Benar Gila!'

Tatang Koswara yang merupakan penembak runduk TNI AD menjadi satu di antara penembak dengan rekor terbaik di dunia.

Editor: Tommy Kurniawan
Tribun Lampung
Tatang Koswara, Sniper legendaris Indonesia 

TRIBUNJAMBI.COM - Setiap tim kesatuan militer, sudah pasti memiliki sosok penembak jitu atau sniper.

Sosok penembak jitu atau sniper wajib memiliki kemampuan tinggi untuk mengabisi musuhnya dengan senjata jarak jauh secara tersembunyi.

Cukup banyak sosok prajurit TNI yang memiliki keahlian penembak jitu atau sniper

Bahkan Indonesia memiliki sniper yang namanya masuk daftar kelas dunia.

Sosok Tatang Koswara, sniper atau penembak runduk TNI AD juga disegani dunia.

Korban Human Trafficking Dijual Jadi PSK, Sempat Disekap hingga Bertarif Rp 200-700 Ribu

Promo Alfamart & Indomaret hingga 23 Juni - Festival Minyak Goreng, Susu Anak, Home & Personal Care

Biasa Bayar Rp 2 Jutaan, Warga Malang Ini Kaget Dapat Tagihan Listrik Rp 20 Juta

Dalam buku sniper yang ditulis Peter Brook Smith: Trining, Technique dan Weapons, Tatang Koswara yang merupakan penembak runduk TNI AD menjadi satu di antara penembak dengan rekor terbaik di dunia.

Nama lelaki ini disejajarkan dengan sniper legendaris dunia. Misalnya Simo Hayha, Lyudmila Pavlichenko dan lainnya.

Menurut Smith, apa yang dilakukan Tatang saat menjalani misi tempur khususnya di Timor Timur tidak berbeda dibandingkan dengan apa yang dilakukan para sniper kelas dunia lainnya.

Tatang mencetak rekor 41, di bawah Philip G Morgan yang merupakan pasukan khusus AS dengan rekor 53, dan Tom Ferran, seorang Marinir AS.

Badannya masih tegap kendati usianya sudah 67 tahun, demikian pula bahasa tubuhnya yang "sangat militer. Itu kesan ketika pertama kali bertemu pada Januari 2014.

Sosok legendaris sniper kelas dunia, Peltu (Purn) TNI Tatang Koswara, merupakan veteran perang Timor Timur.

Dalam misi tempur sebagai seorang sniper di medan tempur Timor Timur, tugas Tatang memburu pimpinan tertinggi Fretilin saat itu (1975), Nicalau Lobato.

Sebagai sasaran paling potensial yang bernilai tinggi, Tatang melaksanakan perburuan total terhadap orang nomor satu Fretilin ini. Kadang, operasi perburuan Lobato sampai menggunakan helikopter.

Tatang ditugaskan secara khusus untuk memburu Lobato, tim dari Pasukan Khusus TNI dalam operasi tempur bersandi Operasi Nanggala 28.

Butuh perjuangan keras untuk memburu Lobato, karena tokoh nomor satu Fretilin itu dijaga secara berlapis

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved