New Normal

Sektor Usaha F&B Mampu Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak minggu ketiga Mei hingga awal Juni menunjukkan tren kenaikan.

tribunjambi/nurlailis
Pizza, salah satu usaha food & beverage. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak minggu ketiga Mei hingga awal Juni menunjukkan tren kenaikan. Ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar, tanda perdagangan saham mulai memasuki masa recovery.

Volume perdagangan saham pun terus meningkat. Pada 2 Juni 2020, volume perdagangan tercatat sebanyak 9,52 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp11,99 triliun.

Situasi perdagangan saham di tengah pandemi dan aktivitas work from home (WFH) sudah seperti situasi normal, yang menunjukkan pelaku perdagangan sudah mampu beradaptasi dengan kondisi kelaziman baru (new normal).

Fasha Fauziah, Kepala BEI Jambi mengatakan, meski IHSG mengalami rebound, namun belum kembali ke posisi semula ketika pandemi Covid-19 belum menyebar ke seluruh dunia.

Sejumlah sektor usaha, termasuk perusahaan-perusahaan yang tercatat di BEI, masih berupaya untuk pulih kembali dari dampak pandemi.

"Karena itu, menarik untuk dicermati, sektor-sektor bisnis mana saja yang mampu bertahan dalam situasi penuh tekanan seperti saat ini," katanya.

Jika dilihat dari sembilan indeks saham sektoral di BEI, sektor yang masih mampu mencatatkan penguatan sejak pertama kalinya kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia, yakni pada awal Maret 2020 hingga saat ini adalah consumer goods dan basic industry & chemical.

Ini menunjukkan saham-saham perusahaan consumer goods paling bisa bertahan dalam kondisi pandemi.

Selama periode 30 Desember 2019 sampai dengan 30 April 2020, penurunan indeks sektor consumer goods hanya sebesar 11,27%, lebih rendah dibandingkan dengan sektor property dan real estate yang turun 41,84%.

Bahkan jika dilihat dalam kurun waktu satu bulan, Maret 2020 hingga April 2020, indeks sektor consumer goods naik 9,78%, sementara sektor property & real estate minus 13,40%.

Halaman
123
Penulis: fitri
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved