Breaking News:

Virus Corona

Jenazah PDP Covid-19 di Batam Dibawa Paksa, Keluarga Siap Bertanggung Jawab

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona atau Covid-19 yang dirawat di RSBP Batam, Kepulauan Riau, meninggal dunia pada Selasa (9/6/2020)

(Kompas.com/ Garry Lotulung)
ILUSTRASI Petugas penggali kubur tengah mengangkat peti mati pasien virus corona di TPU Tegal Alur 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait corona atau Covid-19 yang dirawat di RSBP Batam, Kepulauan Riau, meninggal dunia pada Selasa (9/6/2020) malam.

Namun, saat pihak rumah sakit hendak memakamkan jenazah secara protokol kesehatan, pihak keluarga pasien malah menolak dan memaksa untuk membawa pulang jenazah. Hal ini sempat memancing keributan di RSBP Batam.

Kericuhan antara keluarga pasien dengan petugas medis akhirnya terjadi pada Selasa malam. Bahkan pihak keluarga tetap berkeras untuk membawa pulang dan memakamkan jenazah setelah 4 jam berada di kediaman pihak keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi membenarkan informasi tersebut. Menurut Didi, pihak keluarga berhasil membawa pulang jenazah ke kediaman mereka di kawasan Kampung Dangas, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang.

Dituduh Terima Suap Rp 11,5 Miliar, Aspri Mantan Menpora Imam Nahrawi Bacakan Nota Pembelaan

Satu Kepala Daerah di Sumatera Utara Dikabarkan Jadi Tersangka, Begini Penjelasan Jubir KPK

BREAKING NEWS Gempa Terjadi di Mukomuko, Tidak Berpotensi Tsunami

Indonesia Berada di Urutan 97 Negara Teraman dari Covid-19, Fadli Zon: Ini Sangat Mencemaskan

“Jenazah tersebut akhirnya dibawa pulang pihak keluarga,” kata Didi melalui pesan singkat, Rabu (10/6/2020).

Menurut Didi, pihak keluarga telah membuat pernyataan siap dipidana apabila hasil tes swab pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dan menularkan kepada orang lain.

“Sebelum dibawa pulang, pihak keluarga sudah menandatangani surat kesepatakan yang isinya bersedia dipidana kalau ternyata jenazah positif dan menularkan ke orang lain,” kata Didi.

Sebelumnya, pihak keluarga juga telah diedukasi oleh dokter Felix dari Biddokkes Polda Kepri. Menurut Didi, pasien yang meninggal dunia tersebut sebelumnya telah dirawat di RS Harapan Bunda Batam. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan, diketahui pasien mengalami penyakit diabetes.

Kemudian setelah dilakukan rontgen, pasien juga diketahui mengalami pneumonia. “Dari sana dilakukan rujukan ke RSBP Batam sebagai rumah sakit rujukan, namun akhirnya pasien meninggal dunia,” kata Didi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ambil Paksa Jenazah PDP, Keluarga Siap Dipidana jika Hasil Swab Positif

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved