FPHB Desak Dalang PETI Ditangkap, Hasan: Ibu-ibu Ungkapkan Apa yang Terjadi Sebenarnya
Forum Peduli Hijau Bungo minta dalang dibalik aktivitas Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kabupaten Bungo ditangkap dan diadili.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Forum Peduli Hijau Bungo minta dalang dibalik aktivitas Penambang Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kabupaten Bungo ditangkap dan diadili.
Harapan itu disampaikan Hasan Ibrahim, Koordinator Forum Peduli Hijau Bungo selepas mengikuti video conference bersama Polda Jambi, Pemkab Bungo dan lintas sektoral pembahasan PETI di Bungo, Rabu (10/6).
Hasan menyesalkan dalang dibalik aktivitas PETI tersebut belum diungkap. Sebab menurutnya pemilik dan pemodal PETI masih melenggang bebas. Sementara yang ditangkap beberapa waktu hanya warga yang didominasi ibu-ibu.
"Pelaku utama ini kan sampai sekarang belum tergiring, seharusnya pelaku utama ini kan cepat juga digiring," katanya.
• Karena PETI, Empat Kabupaten Ini Jadi Sorotan Polda Jambi
• Kronologi Tewasnya Warga Kuala Tungkal di Toko Pakaian, Diduga Bunuh Diri
• BREAKING NEWS, Kasus Pasien Positif Covid-19 di Jambi Tambah 2 Orang, Total 105 Pasien, Rabu (10/6)
Disampaikannya, bahwa Polda Jambi telah mengantongi nama-nama pelaku PETI tersebut. Namun untuk mengungkapnya diperlukan SOP tersendiri.
Meski demikian dia berharap penegakan hukum bebar-benar ditegakkan sesuai dengan yang diharapkan.
"Ya kalau penegakan hukum tidak ditegakkan ya sama saja tambang emas juga akan merajalela kalau tidak diteggakkan," ujarnya.
Untuk itu dia mengharapkan komitmen Kapolda Jambi, Kapolres dalam hal pengungkapan dalang dibalik PETI dengan menegakkan hukum seadil-adilnya.
Dijelaskannya, terbentuknya Forum Peduli Hijau Bungo tersebut atas keprihatinan maraknya aktivitas PETI di Kabupaten Bungo yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan.
Dia juga berharap masyarakat yang berada di kawasan PETI tersebut melakukan penolakan. Sebab menurutnya jika masyarakat menolak maka pemkab akan mendukungnya.
Namun jika masyarakat melindungi, maka tikus pun akan tetap masuk. Sehingga diminta masyarakat khususnya warga yang ditahan tersebut untuk mengungkapkan yang terjadi sebenarnya.
"Ibu-ibu silahkan buka mulut apa yang sebenarnya terjadi, sekarang ini kan belum ada mulut," tegasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)