unik

Baju Kita Juga Berperan Mencemari Laut, Begini Penjelasan Peneliti, Terbawa Saat Dicuci

“Banyak orang tidak menyadari ini, namun kebanyakan pakaian terbuat dari plastik,” tutur Imogen Napper, peneliti dari University of Plymouth.

tribunjambi/jaka hendra baittri
Kota Jambi memiliki banyak tempat penjualan BJ. Mulai dari yang paling lama di Pasar Angso Duo, Pasar Simpang Pulai, Kasang, dan Arizona. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sampah menjadi isu yang sangat diperhatikan akhir-akhir ini. Salah satunya dari limbah industri dan plastik sekali pakai.

Tapi tahukah kamu baju kita juga sumbang polusi di laut?

Tanpa sadar, serat mikro (microfibre) juga menjadi polutan yang mencemari lautan di seluruh dunia. Serat mikro tersebut mayoritas terbuat dari polyester, nylon dan acrylic.

Simak Harga Emas Hari Ini, Rabu (10/6), Tersedia Daftar Harga Beli serta Jual Emas Logam Mulia

Pilot Pesawat Ruang Angkasa Ternyata Juga Gugup di Awal-Awal, Begini Ceritanya

“Banyak orang tidak menyadari ini, namun kebanyakan pakaian terbuat dari plastik,” tutur Imogen Napper, peneliti dari University of Plymouth seperti dikutip dari Phys.org, Senin (3/2/2020).

Bagaimana prosesnya? Napper menyebutkan bahwa polusi yang diakibatkan serat mikro disebabkan oleh proses mencuci. “Kita mencuci baju secaa rutin. Ratusan sampai ribuan serat kain terlepas saat mencuci. Ini menjadi sumber utama polusi,” tuturnya.

Sebuah laporan yang dibuat oleh Ellen McArthur Foundation pada 2015 menyebutkan bahwa setengah juta ton serat mikro dilepaskan ke lautan setiap tahun. Sebanyak 53 juta ton pakaian baru diciptakan tiap tahunnya.

Terungkap Ternyata Pengais Sampah Ini Seorang Miliarder Pemilik Kerajaan Bisnis, Begini Kisahnya!

Wajib Bercinta dengan 121 Perempuan Muda Dalam 15 Hari, Ini Syarat Sebelum Jadi Kaisar, Terjadwal

Sebagai perbandingan, Ocean Wise Organisation menyebutkan rata-rata keluarga di Amerika Serikat dan Kanada melepaskan lebih dari 500 juta serat mikro ke lautan tiap tahunnya.

Padahal, ilmuwan membenarkan bahwa serat mikro memiliki potensi yang sangat membahayakan bagi kehidupan laut. Serat mikro, baik sintetis maupun tidak, rentan untuk dimakan oleh mahluk laut.

“Namun buktinya menghilang cukup cepat, karena organisme (yang memakan serat mikro) dimangsa oleh predator lain,” tutur ilmuwan dari Ocean Wise, Peter Ross.

Waduh, Peneliti Ramal 2050 Hutan Mangrove Punah, Air Laut Naik, Manusia Harus Lakukan Sesuatu

Ada Lumpur di Mars? Begini Kata Peneliti

Mengurangi dampak Penelitian baru-baru ini menjelaskan bagaimana kita bisa meminimalisir serat mikro yang masuk ke lautan lewat mesin cuci.

“Saat menggunakan mesin cuci, Anda bisa menurunkan suhu air. Jika suhu di atas 30 derajat Celcius, kemungkinan serat mikro yang terbawa akan semakin banyak,” tutur Laura Diaz Sanchez dari LSM Plastic Soup Foundation.

Selain itu, lanjut Sanchez, deterjen cair lebih baik dibanding serbuk.

“Deterjen serbuk punya efek scrub. Juga, jangan gunakan pengering,” tambahnya. Upaya lainnya yang bisa dilakukan adalah mengurangi belanja pakaian. Studi mengungkapkan bahwa pakaian baru lebih banyak mengeluarkan serat mikro dibanding pakaian lama.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Baju Kita Juga Sumbang Polusi di Lautan, Kok Bisa? 

Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved