Perubahan Iklim

Waduh, Peneliti Ramal 2050 Hutan Mangrove Punah, Air Laut Naik, Manusia Harus Lakukan Sesuatu

Hutan ini berfungsi membantu menstabilkan garis pantai, memberikan perlindungan dari badai, gelombang, dan erosi pasang surut.

KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR
Hutan mangrove di Desa Torosiaje yang dikelola masyarakat tumbuh lestari. Kawasan ini diusulkan Pemerinrah Provinsi Sebagai Kawasan Ekosistem Esensial. 

TRIBUNJAMBI.COM - Perubahan iklim itu nyata. Es di utub mencair dan permukaan air laut naik. Hutan Bakau atau Hutan Mangrove pun terancam tenggelam dan tidak bisa menolong kita.

Hutan mangrove kemungkinan akan menghilang, jika permukaan laut terus mengalami kenaikan.

Peneliti memprediksi kejadian itu bakal terjadi pada tahun 2050.

Hutan mangrove atau hutan bakau menyediakan jasa ekosistem yang penting bagi manusia, tumbuhan, dan hewan di seluruh dunia.

Hutan ini berfungsi membantu menstabilkan garis pantai, memberikan perlindungan dari badai, gelombang, dan erosi pasang surut.

Sistem akar yang kompleks juga menjadi habitat bagi ikan dan hewan lainnya.

Setidaknya, ada sekitar 80 spesies pohon bakau di dunia yang telah teridentifikasi.

Semuanya tumbuh di perairan pantai yang hangat dan dangkal yang terletak di daerah tropis dan subtropis planet ini.

Sayangnya, hutan bakau ini terancam oleh kenaikan permukaan laut yang terjadi akibat emisi gas rumah kaca. Hal tersebut membuat hutan bakau berisiko tenggelam secara bertahap.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan tim internasional yang dipimpin oleh Neil Saintilan dari Macquarie University, Australia.

Halaman
12
Editor: Jaka Hendra Baittri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved