Pimpinan Al Qaeda Afrika Utara Abdelmalek Droukdel Tewas Terbunuh, Begini Prediksi Dampaknya!

Pasukan Perancis di Mali dilaporkan telah membunuh pimpinan Al Qaeda di Maghreb Islam atau AQIM, Abdelmalek Droukdel.

Editor: Heri Prihartono
AFP    
Pimpinan Al Qaeda di Islamic Maghreb (AQIM), Abdelmalek Droukdel alias Abu Musab Abdul Wadud, saat berbicara di lokasi yang tidak diketahui, pada 26 Juli 2010. Abdelmalek Droukdel tewas dibunuh pasukan Perancis pada 5 Juni 2020. 

Droukdel bukan satu-satunya milisi yang kuat di kawasan itu.

Para pemimpin aliansi yang terkait dengan Al Qaeda, seperti Group of Support Islam amd Muslims (GSIM), masih bebas berkeliaran.

Di antara mereka ada milisi ternama di Mali, yaitu Iyad Ag Ghaliy di Tuareg dan Amadou Koufa dari kalangan Fulani.

GSIM telah mengklaim berada di balik berbagai serangan terhadap tentara Mali sejak 2017.

Kelompok yang termasuk bagian ISIS itu juga mendirikan cabang pada 2015, oleh Abou Walid Al Sahraoui, mantan anggota AQIM.

Kelompok-kelompok yang dipimpin Koufa dan Al Sahraoui baru-baru ini sangat aktif, menurut Ibrahim Maiga dari Institute for Security Studies (ISS).

Begini Cara Mencuci Masker Kain yang Benar Berdasarkan Panduan WHO

"Posisi pemberontak akan dipertahankan oleh kelompok-kelompok ini, bahkan jika kematian Droukdel menunjukkan ke mereka tidak ada yang aman," katanya.

Bisakah kawasan itu menjadi lebih stabil?

Menyingkirkan Droukdel tidak akan menyelesaikan masalah yang lebih luas di kawasan itu, ujar seorang pakar antiterorisme Perancis yang enggan disebut namanya.

Berbagai kesulitan berdampak pada ketidakstabilan dan ketidakamanan wilayah itu, demikian pendapat para ahli yang dihimpun AFP.

Kekerasan adalah masalah utama. Sekitar 30 warga desa tewas di Mali tengah hanya pada Jumat (5/6/2020).

Namun pemerintah nasional juga harus berurusan dengan masalah politik. Puluhan ribu demonstran anti-pemerintah turun ke jalan-jalan di ibu kota Mali, Bamako, pada Jumat lalu.

Keluhan tentang pemerintah yang tidak becus dan penganiayaan warga sipil oleh tentara nasional, juga sudah marak terjadi di sana.

"Semua risiko ini mungkin membayangi kematiannya," terang Ibrahim Maiga dari ISS.

(Kompas.com/Aditya Jaya Iswara)

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved