Berita Tanjab Barat
Bayi Satu Tahun yang Sempat Dijenguk Kapolres Tanjabbar Meninggal Dunia Karena Gizi Buruk
Pasangan muda yang tinggal di Kelurahan Tungkal 3, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar ini harus rela kehilangan anak pertamanya.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Febri Riyanty, bayi usia satu tahun yang sempat di jenguk oleh Kapolres Kabupaten Tanjabbar akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Minggu (7/6/2020).
Febri merupakan anak pertama dari pasangan M Faisal (21) dan Seftia (17).
Pasangan muda yang tinggal di Kelurahan Tungkal 3, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabbar ini harus rela kehilangan anak pertamanya.
• Sosok Calon Istri Rangga Azof Semakin Terkuak, Begini Reaksi Kakak Ipar saat Ditanya Soal Cut Syifa
• Smartfren Luncurkan eSIM untuk Android Awal Juni
• Beberapa Jurusan SMKN di Provinsi Jambi Dibatasi Jumlah Siswa Barunya Tahun Ini
Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro juga ikut merasakan hal yang sama.
Betapa tidak, Guntur baru saja menjenguk Febry yang terbaring dengan kondisi menangis pada Sabtu (6/6/2020) kemarin juga berduka dan kaget. Dirinya tidak menyangka jika Febry dikabarkan meninggal dunia.
"Saya dapat kabar pagi tadi, kalo adinda Febry meninggal. Saya pribadi juga tidak menyangka, saya juga berduka karena baru kemarin juga saya jenguk adinda Febry di RS Daud Arif untuk memberi semangat keluarga dan Febrynya," ungkap Kapolres.
Sementara itu, mendengar kabar tersebut Kapolres langsung bertolak ke rumah sakit Daud Arif untuk memastikan kabar tersebut. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Kapolres juga langsung ke rumah duka.
Tidak hanya itu, rasa duka yang mendalam dirasakan oleh Guntur, dirinya menggendong Almarhum Febry ke peristirahatan terakhirnya.
"Tentu kita dan saya pribadi berduka atas kehilangan adinda Febry. Tapi kita yakin dan percaya tuhan lebih sayang Adinda Febri, insha Allah husnul khotimah," ucap Kapolres.
Sebelumnya dalam kunjungan Kapolres menemui Febry yang didiagnosa mengalami gizi buruk juga sempat memberikan bantuan dan juga karena keluarga dan almarhum Febry belum memiliki kartu BPJS.
Diketahui bahwa Febry merupakan keluarga kurang mampu yang memang membutuhkan uluran tangan.