Pilkada di Tengah Pandemi, KPU Bungo Ajukan Tambahan Anggaran Rp 13 Miliar
Pilkada serentak digelar 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bungo ajukan penambahan anggaran Rp 13 miliar.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pilkada serentak digelar 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bungo ajukan penambahan anggaran Rp 13 miliar.
Pelaksanaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 menjadi alasan KPU minta tambahan anggaran.
Ketua KPU Bungo, Muhammad Bisri mengatakan berdasarkan hasil rapat kerja Komisi II DPR RI, Kemendagri, Bawaslu RI, KPU RI menghasilkan kesepakatan pilkada dilaksanakan pada 9 Desember 2020.
Namun berdasarkan saran dari Gugus Tugas Covid-19, pelaksanaan kegiatan dalam setiap tahapan Pilkada dengan mengikuti protokol kesehatan.
Sebagai penyelenggara di Kabupaten Bungo sebagai salah satu kabupaten yang mengikuti Pilkada serentak mengaku siap untuk melaksanakannya.
• Tak Kehilangan Akal Jelang Pilkada, Begini Cara Fadhil Arief Sosialisasi Saat Pandemi Corona
• Siap Gelar Pilkada Desember, KPU Tanjabbar Tunggu Regulasi untuk Covid-19
• Belum Ada Dukungan Partai, Safrial Bimbang Maju ke Pilgub Jambi: Dak Tau Itu, Lampu Kelap-kelip
Disamping itu, dalam mendukung pelaksanaan Pilkada tersebut pihaknya saat ini mengajukam penambahan anggaran ke KPU Provinsi Jambi. Penambahan tersebut untuk mendukung penerapan protokol kesehatan Covid-19 dalam setiap tahapan Pilkada di tengah pandemi.
"Kita dalam proses penyampaian berapa jumlah penambahan anggaran yang kita butuhkan untuk semua tahapan sampai akhir (pemilihan). Untuk Bungo sekitar Rp 13 miliar kita ajukan," ujarnya.
Dalam proses pemilihan, lanjut Bisri pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19. Penambahan anggaran yang diajukan untuk pengadaan fasilitas kesehatan berupa alat pelindung diri.
Tahapan lanjutan akan dilaksanakan pada 15 Juni. Sementara apabila saat pemilihan terdapat warga yang positif Covid-19, pihaknya mengaku masih mendiskusikan pola pemilihannya.
"Apabila pemilih yang suhu tubuhnya 39 derajat keatas berkemungkinan kita akan menyiapkan bilik khusus dan petugas khusus," tandasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)