Ini Daftar Presiden yang Jatuh di Tengah Masa Jabatan, Refly Harun: Saya Harap Jokowi Seperti SBY
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengomentari soal ramai pembahasan pemecatan presiden di masa pandemi Virus Corona.
TRIBUNJAMBI.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengomentari soal ramai pembahasan pemecatan presiden di masa pandemi Virus Corona.
Dilansir TribunWow.com, sebelumnya, pembahasan itu mencuat setelah seminar mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dibatalkan karena dianggap makar hingga alami ancaman pembunuhan.
Terkait hal itu, Refly Harun lantas mengaku berharap tak ada lagi presiden yang jatuh di tengah masa jabatan.

Pasalnya, hingga kini hanya ada satu presiden yang hingga tuntas menyelesaikan masa jabatan hingga dua periode, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya pribadi tidak berharap lagi ada presiden Republik Indonesia yang jatuh di tengah jalan," kata Refly dikutip dari kanal YouTube Refly Harun, Selasa (2/6/2020).
• Tidak Dilibatkan Pemerintah Soal Pembatalan Haji, Ketua Komisi VIII Protes
• Kok Bisa Harga Burung Merpati Balap di Kuningan Tembus hingga Rp 1 Juta per Ekor, Ini Spesifikasinya
• Terdata Sampai Saat Ini Masih Ada 48.023 ODP dan 13.213 PDP Covid-19 di Indonesia
"Kita memiliki sejarah yang buruk, karena kecuali SBY, semua presiden tidak menyelesaikan masa jabatannya yang sempurna."
Melanjutkan penjelasannya, Refly kemudian membahas pemberhentian presiden mulai dari era Soekarno hingga Abdurrahman Wahid.
Ia pun menyoroti kasus pemberhentian Presiden Habibie. "Bung Karno dijatuhkan walaupun sudah berkuasa lama pada tahun 1967," ucap Refly.
"Pak Harto dipaksa mengundurkan diri, Habibie ditolak pertanggungjawabannya sehingga tidak bisa lagi mencalonkan diri."
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengomentari soal ramai pembahasan pemecatan presiden di masa pandemi Virus Corona.
Menurut Refly, kala itu Habibie dipaksa lengser dari jabatan karena pertanggungjawabannya ditolak oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Hal itu menyebabkan Habibie tak bisa kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden selanjutnya.
"Padahal sesungguhnya dia masih memiliki jabatan hingga 2003, tapi karena gelombang reformasi, reformasi memaksa untuk diadakannya Pemilu dipercepat," jelas Refly.
"Dari seharusnya 2002 menjadi tahun 1999, maka ketika ditolak pertanggungjawabannya Habibie tidak maju lagi dalam pemilihan presiden."
Lengser dari jabatan, Habibie lantas digantikan oleh Abdurrahman Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur.