Breaking News:

Menghadapi New Normal, Begini Kesiapan dan Langkah Pemda Tanjabtim Terkait Tahun Ajaran Baru

Tahun ajaran baru di masa pandemi menjadi polemik. Dijadwalkan tanggal 13 Juni siswa kembali masuk sekolah.

Tribunjambi/Abdullah Usman
Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmad. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK -Tahun ajaran baru di masa pandemi menjadi polemik. Dijadwalkan tanggal 13 Juni siswa kembali masuk sekolah. Dinas Pendidikan Tanjabtim masih menunggu keputusan resmi tim gugus tugas.

Menghadapi new normal yang tengah diberlakukan Pemerintah saat ini, beberapa sektor mulai menyesuaikan termasuk Dinas Pendidikan. Bulan Juni ini tahun ajaran baru akan mulai berjalan. 

Hal itu masih menimbulkan polemik, terutama waktu normal siswa belajar di sekolah. Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjabtim hingga saat ini masih menunggu keputusan tim gugus tugas Covid-19, terkait KBM siswa nantinya.

Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim Junaidi Rahmad, menuturkan terkait hal tersebut sudah menjadi pembahasan bersama pemerintah dan tim Gugus Tugas Covid-19.

Membahayakan, Status Tanggap Darurat Covid-19 Provinsi Jambi Diperpanjang hingga 1 Juli 2020

Polres Merangin Sikat Pelaku PETI, 6 Orang Diamankan Termasuk Pemilik Lahan

Ternyata Makanan Pedas Baik Buat Kesehatan, Bisa Redakan Pilek hingga Cegah Penyakit Jantung

"Sesuai kalender pendidikan 13 Juni itu siswa baru sudah mulai aktif belajar, tapi kalo kita daerah masih menunggu instruksi Pemerintahlah," ujarnya, Senin (1/6).

"Kalo dari kita sendiri kapan dijadwalkan masuk kita ikut, kita juga sudah siapkan skema terkait belajar di masa new normal ini," tambahnya.

Untuk gambaran yang mungkin nanti dapat dilakukan, ada beberapa opsi mengingat jumlah siswa yang ada di tingkat SD dan SMP sendiri jumlah cukup tinggi. Untuk sekolah dasar SD saja jumlahnya 27.000 siswa untuk tingkat SMP mencapai 70.000 lebih siswa se Kabupaten Tanjabtim.

"Kami sudah merancang rancang opsi dan terus berkoordinasi dengan tim gugus tugas, salah satunya mengurangi jumlah siswa saat belajar di kelas, atau menerapkan sistem shif, dan juga tetap memperhatikan protokoler kesehatan," bebernya.

"Kalo biasanya satu kelas itu untuk SD 28 siswa dan SMP 32 siswa. Dengan kondisi harus jaga jarak mungkin kita bisa kurangi setengahnya dari jumlah umumnya," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya pula, berdasarkan hasil rapat bersama tim gugus tugas untuk tahun ajaran baru tetap sesuai jadwal pada tanggal 13 Juli 2020, namun untuk masuk sekolah masih menunggu keputusan resmi dari gugus tugas Covid-19 Tanjabtim.

"Diperkirakan kita daerah akan mulai sekolah pada fase ke tiga new normal sekitar bulan Juli atau Agustus, dan masih menunggu surat resmi tentunya," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved