Belasan Tahun Menikah Ibu Ini Malah Lupa Nama Suaminya, Kebiasaan Panggil "Abang Sayang"
Apa jadinya jika seseorang lupa nama suami atau istrinya. Mungkin sukar dibayangkan, tapi ini benar-benar terjadi di Kabupaten Kerinci.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Apa jadinya jika seseorang lupa nama suami atau istrinya. Mungkin sukar dibayangkan, tapi ini benar-benar terjadi di Kabupaten Kerinci.
Peristiwa ini terjadi di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanco, Kabupaten Kerinci. Berawal saat seorang ibu rumah tangga (IRT) sebut saja Aisyah (bukan nama sebenarnya), mendatanggi rumah Kepala Desa setempat. Kepada Kades, ibu 48 tahun ini menyampaikan maksud dan tujuannya menemui Kades.
Yakni untuk silaturrahmi lebaran, juga untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Oleh kades ibu satu anak ini diminta untuk mengisi blangko SKTM.
Namun saat diminta untuk menyebutkan nama suaminya, Sang ibu itu kebingungan. Bahkan dia malah balik bertanya kepada Kades siapa nama suaminya.
• Kasus DBD di Bungo Meningkat Tajam di Tengah Pandemi Covid-19, Dinkes Catat Ratusan Kasus
• Ini Penyakit yang Kerap Muncul Pasca Lebaran, Dinkes Imbau Warga Muarojambi untuk Selalu Waspada
• Setahun Setelah Kepergian Ani Yudhoyono, Agus Yudhoyono Ungkap Kerinduan pada Sang Ibu
Kades Baru Semerah, Edi Januar menceritakan kisah kocak tersebut kepada tribunjambi.com. Ia menyebutkan, bahwa ibu tersebut sudah menikah dan tinggal serumah dengan suaminya hampir belasan tahun.
"Saat saya tanya, ibu itu mengaku sejak menikah ia tidak pernah sekalipun menyebut nama suaminya," ujar Kades, Senin (1/6/2020).
Sehari-hari lanjut Kades, IRT yang datang kerumahnya pada Jumat (29/5) kemarin itu, selalu memanggil suaminya dengan sebutan sayang. Karena saking romantis itulah, sehingga ia lupa nama suaminya sendiri.
"Tanpa malu-malu ibu itu mengaku bahwa di rumah dia selalu memanggil suaminya dengan sebutan Abang sayang terus," jelas Kades sambil tersenyum mengatakan, ternyata romantis itu bukan saja punya orang kaya atau penguasa saja maupun Romeo dan Juliet. Tapi romantis itu kita yang menciptakan.
Kades mengaku, bahwa hampir setiap Minggu bahkan hampir setiap hari ada saja warganya yang mengurus SKTM. Karena mayoritas warganya memang tidak mampu.
"Warga kami sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan petani. Tak satu orang pun warga kami yang berprofesi menjadi PNS," tutur kades.
Kades menyehatkan, tak ada seorangpun yang menjadi PNS bukan karena tidak mau menjadi PNS. Tapi faktor pendidikan dan ekonomilah penyebabnya.
"Orangnya pintar-pintar, SD sampai SMP rata-rata dapat juara kelas. Tapi pas SMA dak Ado dana untuk melanjutkan," ungkap Kades.(*)