Virus Corona

Imbas 5 Perawat Positif Covid-19, Dua Puskesmas di Kota Ambon Ditutup Sementara

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Gustu) Kota Ambon menutup operasional dua puskesmas

Editor: Heri Prihartono
Freepik
Ilustrasi Covid-19 atau virus corona 

"Sehingga dipastikan ketiga perawat yang baru terkonfirmasi, tidak melakukan aktivitas pelayanannya pada Puskesmas Rijali sejak saat itu," jelas Jubir.

Warga yang Kunjungi Puskesmas Segera Periksa

Jubir mengimbau kepada masyarakat untuk tetap setia dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran COVID-19 di Kota Ambon.

"Kita lihat, semakin bertambah kasus terkonfirmasi dari pihak Nakes sendiri, karena itu, kami tetap mengimbau kepada masyarakat Kota Ambon untuk senantiasa berdoa kepada Tuhan, serta setia dan patuh dalam menerapkan protokol kesehatan, Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS dalam kehidupan sesehari, agar terhindar dari COVID-19," imbau Jubir.

Jubir juga meminta kepada masyarakat yang merasa pernah mengunjungi puskesmas-puskesmas dimaksud selama beberapa hari terakhir untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan.

Juga bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala yang menyerupai gejala COVID-19 

 Update Terbaru Pasien Positif Virus Corona Covid-19 di Indonesia, Ada Penambahan Kasus Segini

"Terhadap jejak para nakes terkonfirmasi, kita akan lakukan tracing/tracking dan rapid test untuk mengetahui penyebarannya," paparnya.

Petugas puskesmas sementara lakukan rapid tes kepada warga Petugas puskesmas sementara lakukan rapid tes kepada warga (Kontributor TribunAmbon.com/Helmy)

"Tentunya, kita tidak ingin menjadi pembawa atau carrier kepada orang-orang yang kita sayangi dirumah, kita ingin menyudahi ini semua, karena itu, Pemerintah lewat Gustu berharap kepada masyarakat yang pernah mengunjungi puskemas-puskesmas dimaksud (selain puskesmas Rijali) dan atau bagi setiap masyarakat yang merasa memiliki gejala yang menyerupai gejala Covid-19, untuk segera melaporkan diri dan menjalani pemeriksaan kesehatan" terangnya.

Menurutnya Covid-19 bukanlah aib sehingga harus disembunyikan, melainkan penyakit menular yang bisa menyerang siapa saja.

Oleh karena itu, tambahnya,  masyarakat tidak perlu mengucilkan para pasien karena mereka merupakan korban daru penyebaran virus corona.

"Covid-19 bukanlah aib, Covid-19 adalah Penyakit Menular yang bisa dialami oleh siapa saja, karena itu kita tidak perlu mengucilkan para pasien, karena sesungguhnya mereka juga korban dari penyebaran virus ini," demikian Jubir.

Jubir berharap adanya dukungan warga di RT dan RW dalam memfasilitasi masyarakat apabila ingin melaporkan kondisi kesehatan mereka.

 VIDEO Viral Ekspresi Seorang Kakek 91 Tahun Ketika Pertama Kali Mencoba Kopi Dalgona, Kocak

Atau melaporkan ke gugus tugas, jika ada masyarakat yang mengalami sakit namun enggan berobat ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved