Virus Corona
Ilmuwan Temukan Kemiripan Covid-19 dan HIV yang Menyerang Sel Imun Manusia
Terungkap temuan baru Virus Corona jenis baru novel coronavirus atau SARS-CoV-2 diungkapkan ilmuwan.
Virus HIV menggunakan strategi yang sama, yakni menghilangkan molekul MHC di dalam sel yang terinfeksi virus. "Sebaliknya, SARS tidak menggunakan fungsi ini," kata Zhang.
Virus Corona menghilangkan tanda-tanda ini dengan menghasilkan protein yang dikenal dengan ORF8, yang mengikat terikat dengan molekul MHC.
Selanjutnya, protein ini akan menariknya ke dalam sel yang terinfeksi dan menghancurkannya. Protein ORF8 diyakini memainkan peran penting dalam replikasi virus, dan sebagian besar alat tes komersial menargetkan gen ini untuk mendeteksi viral load dalam tes usap (swab), baik dari hidung maupun oral dari mulut.
Sementara itu, obat yang digunakan selama ini untuk mengobati pasien COVID-19, menargetkan pada enzim atau protein struktural yang diperlukan dalam replikasi virus. Zhang dan timnya menyarankan agar senyawa yang dikembangkan secara khusus menargetkan pada penurunan MHC oleh ORF8, dan karenanya dapat meningkatkan pertahanan atau pengawasan sistem kekebalan terhadap infeksi SARS-CoV-2.
Kemiripan HIV dan Virus Corona serang sel imun Sementara itu, pada studi sebelumnya telah menemukan protein spike dari virus corona baru ini memiliki struktur yang memungkinkannya masuk ke banyak jenis sel manusia dan kemudian mengikatnya.
Struktur yang sama juga ditemukan pada HIV, tetapi tidak pada virus corona lain yang ditemukan pada hewan seperti kelelawar dan trenggiling.
Sedangkan studi lain yang dilakukan peneliti di New York dan Shanghai juga menemukan SARS-CoV-2 dapat membunuh sel T. Penemuan itu terjadi setelah otopsi di China menemukan adanya kerusakan pada sistem kekebalan tubuh yang mirip yang disebabkan oleh AIDS.
Empat dekade setelah HIV ditemukan sebagai virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, WHO mencatat AIDS telah membunuh sekitar 32 juta orang di seluruh dunia.
Hingga kini, AIDS juga belum memiliki vaksin atau obat yang dapat sepenuhnya menyembuhkan penyakit ini.

Peneliti utama Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai di Universitas Fudan, Zhang Shuye mengatakan temuan penelitian Guangzhou tidak sepenuhnya mengejutkan.
Sebab, kata dia, virus yang tidak terkait dapat mengambil karakter yang sama karena mereka berada di bawah tekanan selektif yang sama.
Shuye menambahkan penyerangan terhadap molekul MHC juga terjadi pada virus lain, seperti pada beberapa jenis virus herpes.
Dia mencatat Virus Corona baru yang telah menginfeksi 6 juta orang di seluruh dunia ini, tidak membajak sel T dan mengubahnya menjadi alat untuk bereproduksi, seperti yang dilakukan virus HIV. "
Virus (corona) baru ini bermutasi pada kecepatan yang jauh lebih lambat dan tingkat kematian yang jauh lebih rendah daripada AIDS," kata dia.
Kendati demikian, Zhang Shuye menegaskan sistem kekebalan tubuh manusia memiliki berbagai cara untuk melawan infeksi virus, termasuk virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19.