Breaking News:

Hati-hati, Kerugian Masyarakat Akibat Investasi Bodong Selama 10 Tahun Terakhir Capai Rp 92 Triliun

Dalam 10 tahun terakhir, Satgas Waspada Investasi memperkirakan kerugian masyarakat akibat penipuan investasi bodong di Indonesia capai Rp92 triliun

KONTAN/DIMAS RIYADI
Ilustrasi Investasi Bodong. Selama 10 tahun terakhir kerugian masyarakat capai Rp 92 triliun 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Dalam 10 tahun terakhir, Satgas Waspada Investasi memperkirakan kerugian masyarakat akibat penipuan investasi bodong di Indonesia mencapai Rp 92 triliun. 

Kepala Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing menyebut nilai kerugian tersebut sangat besar sebagai kejahatan ekonomi dalam bentuk investasi.

Padahal, masyarakat berharap keuntungan dalam jumlah besar tapi justru kerugian yang diterima.

“Beberapa bulan pertama dapat bunga tinggi 10 persen per bulan, bulan kedua hingga ketiga dapat lagi. Setelah top up lagi miliaran rupiah, kemudian perusahaan kabur. Jadi dipancing untuk penuhi top up dulu baru ditipu,” kata Tongam dalam video conference, Kamis (28/5/2020).

Tipu 3.700 Orang, Polda Jambi Kebut Berkas Perkara Investasi Bodong Susu Sapi Perah CV NA Sejahtera

Diduga Tertipu Investasi Bodong Senilai 1,5 Miliar, Warga Selincah Kota Jambi Nekat Akhiri Hidup

Berada di Sawah Saat Hujan Deras, Petani Tembakau Tewas Disambar Petir di Depan Suami dan Anaknya

Kegiatan invetsasi ilegal ini sangat merugikan masyarakat.

Misalnya platform fintech ilegal mengenakan bunga dan fee yang sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat.

Diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu.

“Ini ciri-ciri pinjaman yang tidak terdaftar di OJK dengan mengakses kontak ponsel peminjam. Ada juga masyarakat yang mengalami pelecahan akibat cara penagihan tidak beretika dan masuk dalam tindak pidana yang perlu dilaporkan ke kepolisian,” jelasnya.

Walaupun sudah diberantas, investasi ilegal akan beroperasi kembali dengan nama aplikasi berbeda.

Selama masih ada permintaan dari masyarakat, investasi ilegal tidak akan pernah hilang.

Pada 2017, Satgas Waspada Investasi telah menutup 79 entitas investasi ilegal.

Namun tahun berikutnya, jumlah entitas yang ditutup meningkat menjadi 106 kemudian naik sebanyak 442 pada 2019.

Hingga April 2020 saja, kembali ditemukan 61 entitas investasi ilegal.

Sumber : Kontan.co.id

Editor: budi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved