Virus Corona
100.000 dalam Sehari, Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di AS Lebihi Korban 3 Perang Amerika
Jumlah kematian di Amerika Serikat akibat virus corona tersebut menembus level psikologis 100.000 pada Rabu (27/5/2020).
"Itu akan berfungsi sebagai ekspresi kesedihan nasional yang sangat dibutuhkan oleh semua orang di negara kita." tambahnya.
• Kronologi Ambulans Bawa Pasien Covid-19 Tersesat ke Pemukiman Warga Berujung Diamuk Massa
• Masyarakat yang Masih Bandel Jadi Alasan Indonesia Belum Siap Terapkan New Normal
Pengumuman itu pun dibagikan Trump melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Kamis malam, 21 May 2020.
"Saya akan menurunkan bendera di semua Gedung Federal dan Monumen Nasional menjadi setengah-staf selama tiga hari ke depan untuk mengenang Amerika yang telah kita hilangkan dari virus corona," kata Trump melalui Twitter.
Bendera setengah tiang di AS antara lain dipasang di Gedung Putih (White House), kantor Presiden AS Donald Trump, Gedung Capitol, dan National Mall.
Pengibaran bendera setengah tiang itu pun dilakukan selama tiga hari bertutut-turut, yang mana bendera diturunkan dari Jumat hingga matahari terbenam di hari Minggu.
• Berharap Jadi Spiderman Setelah Digigit Laba-laba, Kakak Beradik Justru Alami Nasib Tragis!
• Tata Cara Mengerjakan Salat Tahajud Serta Manfaat Luar Biasa Bagi yang Mengerjakannya
Trump menambahkan, pada hari Senin, bendera akan dikibarkan kembali setengah tiang hingga Hari Peringatan untuk menghormati personel militer yang gugur dalam tugas negara.
Hari Peringatan atau Memorial Day adalah hari nasional yang diperingati setiap hari Senin terakhir bulan Mei untuk menghormati staf yang gugur saat bertugas di militer AS.
"Bangsa kita berduka untuk setiap nyawa yang hilang akibat pandemi virus corona, dan kita berbagi dalam penderitaan semua orang yang menderita rasa sakit dan penyakit akibat wabah," tulis Trump dalam sebuah proklamasi yang memerintahkan ketaatan, dikutip dari npr.org.
"Melalui kesedihan kita, Amerika berdiri teguh dan bersatu melawan musuh yang tak terlihat. Semoga Tuhan menyertai para korban pandemi ini dan membawa bantuan dan penghiburan kepada keluarga dan teman-teman mereka."
Sejak kemunculan virus corona di Kota Wuhan, China pada Desember lalu, wabah penyakit itu kemudian menyerang berbagai negara, termasuk AS.
Hingga kini, AS tercatat sebagai negara di urutan pertama dengan kasus virus corona (Covid-19) terbanyak di seluruh dunia, yakni sebanyak 1.706.226 total kasus pada Senin, 25 Mei 2020.
Dari jumlah itu, 99.805 kematian tercatat karena virus corona (Covid-19).
Oleh karenanya, dengan jumlah yang hampir mencapai 100.000 kematian, maka pihak otoritas AS melakukan pengibaran bendera setengah tiang.
Dilansir dari laman resmi USAGov, bendera Amerika Serikat berkibar setengah-staf atau setengah tiang dilakukan ketika bangsa atau negara sedang berduka.
Umumnya, pengibaran bendera setengah tiang ini dilakukan untuk menandai kematian pejabat pemerintah, anggota militer, atau responden pertama.
Juga untuk menghormati hari peringatan nasional lainnya atau mengikuti tragedi nasional.(*)
Sumber : Kontan.co.id