Virus Corona
Video Viral Warga di Magetan Usir Pendatang Pakai Meriam Bambu, Ketua RT Ungkap Fakta Sebenarnya
Melihat angka kasus Covid-19 yang masih terjadi,banyak warga yang khawatir penularan di lingkungannya.
TRIBUNJAMBI.COM, MAGETAN - Melihat angka kasus Covid-19 yang masih terjadi,banyak warga yang khawatir penularan di lingkungannya.
Dengan berbagai cara, masyarakat mencoba untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan mereka dengan berbagai cara.
Baru-baru ini, sempat beredar video yang memperlihatkan sekelompok pemuda mengusir warga yang datang di pintu masuk desa menggunakan meriam bambu.
• Kapolres Tanjab Barat Berharap Ada Efek Jera, Pelaku Pembuat Akun Palsu Dibebaskan
Video tersebut sempat viral di media sosial.
Melansir Kompas.com, pemuda itu mengusir warga yang datang karena desa tersebut ditutup sementara untuk mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.
Para pendatang yang ngeyel ingin memasuki desa untuk mengunjungi kerabat atau koleganya "diusir" menggunakan dentuman meriam bambu.
• Penyebar Video Syur Diduga Mirip Syahrini Ditangkap di Kediri, Ancaman Penjara 12 Tahun Menanti
Video viral tersebut terjadi di Desa Ringin Agung, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Ketua RT 4 Desa Ringin Agung Suparno mengatakan, video tersebut hanya bagian dari sosialisasi bahwa desa tersebut ditutup selama Lebaran.
"Tidak sampai begitu, itu hanya sosialisasi bahwa jalan desa selaam Lebaran ditutup sementara," kata Suparno saat ditemui di rumahnya, Selasa (26/5/2020).
Suparno menceritakan, bermain meriam bambu telah menjadi tradisi warga Desa Ringin Agung.
Masyarakat menyalakan meriam bambu saat memasuki bulan Ramadhan sampai tujuh hari setelah Lebaran.
Setiap sore, puluhan pemuda akan menyalakan meriam bambu menjelang berbuka puasa.
"Sudah tradisi setiap bulan puasa, menjelang buka remaja di sini menyalakan meriam bambu," kata Suparno.
Perang meriam bambu biasanya diadakan di lingkungan Dukuh Ndasun.
• Wanita Ini Nekat Lepas Celana Dalam Untuk Masker, Begini Reaksi Petugas Kantor Pos!
Sebab, wilayah itu berada di pinggir sawah desa sehingga kegiatan perang meriam bambu tak mengganggu aktivitas warga lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/tradisi-perang-meriam-bambu.jpg)