Puluhan Warga Tertahan di Posko

Begini Cara Warga Kampung Muara Sawah Sarolangun Meriahkan Idul Fitri di Tengah Pandemi

Hari Raya Idul Fitri tahun ini tak bisa merayakan pesta rakyat seperti lomba pacu perahu yang biasa digelar Pemerintah Sarolangun.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Lomba pukul bantal yang digelar warga Kampung Muara Sawah, Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun untuk merayakan Idul Fitri. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Hari Raya Idul Fitri tahun ini tak bisa merayakan pesta rakyat seperti lomba pacu perahu yang biasa digelar Pemerintah Sarolangun.

Hal ini karena dampak dari pandemi Covid-19 yang masih menjadi perhatian publik.

Namun sebagian masyarakat di Sarolangun, Jambi tetap memeriahkan lebaran dengan berbagai acara unik.

Seperti yang dilakukan warga Kampung Muara Sawah, Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun.

Berbagai kegiatan seperti lomba gebuk bantal digelar untuk memeriahkan Idul Fitri. Ini juga sebagai ajang silaturahmi antara kampung.

Meski digelar di tengah pandemi Covid-19, satu per satu acara berhasil digelar dan tampak wajah ceria masyarakat saat mengikuti ataupun melihat kegiatan lomba tersebut.

Begini Tahapan New Normal di Jambi, Kerinci Terpilih Jadi Pilot Project

Danau Sipin Jadi Tujuan Wisata Warga Kota Jambi Saat Pandemi Covid-19

Kades Sumber Agung Didesak Mundur, Al Haris Janjikan Waktu Dua Minggu

Berbagai jenis perlombaan yang diselenggarakan seperti lomba gunting tali berhadiah, lomba memakan kerupuk, lomba mencabut koin, dan lomba pukul bantal di pinggir Sungai Tembesi.

Masyarakat menilai kegiatan tersebut merupakan tradisi budaya pemuda setempat setiap tahun untuk memeriahkan Hari Raya Idul Fitri.

Wakil Ketua Pemuda Kampung Muara Sawah, Khalid mengatakan berbagai perlombaan dan permainan ini merupakan tradisi budaya Kampung Muara Sawah di setiap Hari Raya Idul Fitri.

Dari semua kegiatan atau perlombaan, pukul bantal adalah yang ditunggu-tunggu warga.

Perlombaan ini tidak hanya membutuhkan ketangkasan di atas pohon pinang, tetapi juga kekuatan untuk menahan pukulan dari lawan agar tak jatuh ke lumpuh dan kalah.

Tak jarang ketika menyaksikan perlombaan ini, masyarakat tertawa gembira dan seolah ingin ikut dalam permaian itu.

“Seperti perlombaan pukul bantal yang bermodalkan sebatang pohon pinang yang dilentangkan di pinggir Sungai Batang Tembesi. Masing-masing peserta dipersenjatai sebuah bantal untuk memukul lawan dengan ketangkasan diatas kayu pinang. Sehingga memukulkan lawannya, bahkan siapa yang terjatuh akan berlumuran lumpur dibawahnya dan siapa yang bertahan di atas akan menjadi pemenangnya,” terangnya.

Dalam perlombaan ini pula, sang juara berhak membawa pulang uang tunai Rp 1 juta rupiah.

“Dalam pertarungan tersebut, dimenangkan oleh Hasbullah yang mendapatkan hadiah trofi dan uang tunai sebesar Rp1 juta,” katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved