Kades Sumber Agung Didesak Mundur, Al Haris Janjikan Waktu Dua Minggu

Ratusan masyarakat Desa Sumber Agung, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin melakukan aksi demonstrasi di kantor desa setempat.

ist
Hadapi warga, Bupati Merangin Al Haris, minta waktu dua minggu untuk menyelesaikan desakan mundur Kepala Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir. 

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Ratusan masyarakat Desa Sumber Agung, Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin melakukan aksi demonstrasi di kantor desa setempat.

Mereka minta kepala desa mundur dari jabatannya, sebab kepala desa dan perangkatnya termasuk BPD dianggap menzolimi warga.

Banyak warga kecewa dengan pembagian BLT dampak Covid-19. Banyak warga yang layak menerima justru tidak mendapatkan bantuan, sementara masyarakat kategori mampu mendapatkan bantuan.

Ratusan warga tersebut meminta Kades dan perangkatnya mundur, jika tidak, mereka akan terus melakukan aksi. Dan aksi yang dilakukan ini merupakan aksi yang kedua.

Satu Pegawai Positif Corona, Puluhan Pejabat Pemkab Kerinci Jalani Rapid Test, Ini Hasilnya

Update Kasus Covid-19 di Jambi 27 Mei 2020, Jumlah ODP dan PDP Berkurang

Daftar 8 Provinsi yang Siap Terapkan Kebijakan New Normal di Antaranya Jambi

Menanggapi hal itu, Bupati Merangin Al Haris, minta waktu dua minggu untuk menyelesaikan desakan mundur Kepala Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir oleh ratusan warganya tersebut.

Di hadapan warga yang tengah melakukan aksi, Haris menyebut jika dirinya perlu membentuk tim terlebih dahulu untuk menyelidiki kesalahan apa yang dilakukan kades.

‘’Kalau hanya seminggu belum tuntas. Untuk memberhentikan kades, saya butuh data pastinya dan saya tidak mau zolim. Nanti tim yang saya bentuk, akan bertemu dengan bapak dan ibu sekalian,’’ kata Haris.

Katanya, jika dalam penyelidikan nanti kades tersebut benar-benar bersalah, bupati akan secepatnya memproses pemberhentiannya.

‘’Jadi ada mekanismenya untuk memberhentikan kades itu bapak dan ibu sekalian. Bapak dan ibu yakin tidak dengan saya?’’ tegas Bupati disusul jawaban ‘yakin’ dari ratusan warga yang cukup emosional dalam menyampaikan aspirasi itu.

Katanya, masyarakat dipersilahkan menyampaikan aspirasi dengan tertib dan sopan, yang tidak boleh itu memaksakan kehendak dan berbuat anarkis. Semua harus dibuktikan dengan data yang akurat.

‘’Sekarang ini masih dalam suasana Lebaran Idul Fitri, kita sama-sama baru mengakhiri puasa, jadi jangan emosional. Kita semua sederek dan keluarga, kita selesaikan masalah ini dengan baik,’’ terang Bupati.

Menariknya disaat warga emosional, bupati mengajak seluruh warga untuk bersyalawat. Setelah emosi warga mereda, mereka pun membubarkan diri. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved