Berita Internasional
Kim Jong Un Muncul Bersama Petinggi Militernya, Bahas Soal Perang Nuklir dan Pasukan Bersenjatanya
Kim Jong Un, selaku pemimpin Korea Utara kembali muncul dan menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi militernya.
TRIBUNJAMBI.COM - Kim Jong Un, selaku pemimpin Korea Utara kembali muncul dan menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi militernya.
Kehadiran Kim Jong Un tersebut untuk membahas kebijakan baru guna meningkatkan pencegahan perang nuklir sekaligus mengakhiri masa absen 20 hari dari pandangan publik yang memicu spekulasi mengenai kesehatannya.
Pertemuan itu menandai acara pertama Kim sejak dia meresmikan pabrik pupuk pada 1 Mei lalu.
• Dianggap Dewa di Negaranya, Kisah Remaja Kim Jong Un Mirip Anak-anak Lainnya, Koleksi Barang Ini
• Ini Fakta Kisah Wanita Nikahi 100 Pria, Mendadak 99 Suaminya Meninggal Dunia di Malam Pertama
Mengutip Kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Yonhap melaporkan, Kim Jong-un memimpin rapat bersama Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara.
Selain soal nuklir, rapat itu juga membahas langkah-langkah militer yang penting serta organisasi dan politik untuk meningkatkan pasukan bersenjata Korea Utara secara keseluruhan.
"Yang ditetapkan dalam pertemuan itu adalah kebijakan baru untuk lebih meningkatkan pencegahan perang nuklir negara itu (Korea Utara) dan menempatkan pasukan bersenjata strategis pada operasi siaga tinggi, sejalan dengan persyaratan umum untuk pembangunan dan pengembangan angkatan bersenjata negara itu," kata KCNA, Minggu (24/5/2020).
• Saksikan Malam Ini, Selasa 26 Mei 2020, Duel Klasik ke 126 Borussia Dortmund vs Bayern Muenchen
• Polisi Diberhentikan Petugas Malah Ngamuk, Disamperin Sesama Polisi Kabur, Ini Kata Kapolda Jabar
Namun, KCNA tak menjelaskan lebih lanjut tentang kebijakan baru yang akan Korea Utara terapkan terkait kemampuan nuklir mereka.
"Dalam pertemuan itu juga diambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan kemampuan serangan bersenjata dari tentara Korea Utara," sebut KCNA.
Dalam rapat militer tersebut, Kim terus menekankan pentingnya mewujudkan kepemimpinan monolitik partai atas militer.
Selain itu, dia juga menyebutkan sejumlah hal utama yang harus dipertahankan dalam kinerja militer dan politik pada angkatan bersenjata Korea Utara.
• Kasus Covid-19 Menurun? Jangan Senang Dulu, Ini Peringatan Keras dari WHO, Ada Potensi Puncak Kedua!
• Kocak, Anak Singapura Ini Terkejut dan Menangis saat Diberi Kejutan McD, Kenapa ya?
Kim juga menandatangani tujuh perintah terkait tindakan militer yang bertujuan meningkatkan tangungjawab dan peran lembaga pendidikan militer, serta mengatur ulang sistem komando militer dan mempromosikan sejumlah komandan dalam jajaran militer.
Dalam pertemuan itu, Ri Pying-chol, yang dikenal karena keterlibatannya dalam pengembangan senjata Korea Utara, terpilih sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat.
AS akan uji coba nuklir
KCNA tidak mengatakan, kapan pertemuan itu berlangsung. Tetapi, media Pemerintah Korea Utara itu biasanya melaporkan aktivitas Kim sehari setelah kegiatannya.
Kim terakhir memimpin pertemuan Komisi Militer Pusat pada pertengahan Desember 2019 lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/27042020_kim-jong-un.jpg)