Beberapa Hari Terakhir Suhu Terasa Panas dan Gerah Ternyata Ini Alasannya Menurut BMKG
Beberapa hari terakhir suhu terasa begitu gerah dan panas, hal ini dirasakan masyarakat di Jambi.
• 6 Amalan Sunnah yang Bisa Dikerjakan Umat Muslim di Bulan Syawal
Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal menjelaskan, suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi.
• Terungkap Skenario New Normal Mulai 1 Juni 2020, Industri Hingga Sekolah Akan Dibuka
“Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara. Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung karena berkurangnya tutupan awan, suasana akan lebih terasa gerah,” ujar dia melalui keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020) siang.
Di sisi lain, suasana gerah menandakan bahwa suatu wilayah hendak memasuki musim kemarau. Selama bertahun-tahun, periode April-Mei menjadi salah satu periode dengan suhu tertinggi di Indonesia, selain saat puncak kemarau pada Oktober-November.
Berdasarkan pantauan BMKG, sekitar 35 persen wilayah zona musim di Indonesia baru saja memasuki musim kemarau pada pertengahan Mei lalu.
Di Jabodetabek, wilayah Bekasi bagian utara serta sebagian Jakarta disebut sudah memasuki musim kemarau, sehingga suhu udara semakin tinggi.
Ia menambahkan, warga tak perlu merasa gusar dengan suasana gerah yang dirasakan selama kurang lebih 5 hari belakangan. “Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan,” ujarnya.
Laporan: Vitorio Mantalean
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Merasa Gerah Beberapa Hari Terakhir? Ini Penjelasan BMKG
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/28072018_suhu-panas_20180728_175431.jpg)