Idul Fitri 2020
Bagaimana Aturan Membayar Utang Puasa Ramadan, Bayar Qadha atau Puasa Syawal Dulu?
Padahal, ada beberapa kalangan umat Islam yang memiliki utang puasa, seperti wanita haid ketika Ramadhan, orang sakit, hingga musafir.
TRIBUNNEWS.COM - Sebenarnya bagaimana aturan membayar utang puasa Ramadan yang benar?
Bulan Ramadan baru saja selesai yang ditandai mulainya bulan Syawal.
Setelah hari raya Idul Fitri, umat Islam bisa kembali berpuasa, yakni puasa sunah 6 hari di bulan Syawal.
Padahal, ada beberapa kalangan umat Islam yang memiliki utang puasa, seperti wanita haid ketika Ramadhan, orang sakit, hingga musafir.
Dengan syarat tertentu, umat Islam memang boleh tidak berpuasa Ramadhan dan menggantinya di lain waktu.
Lebih dulu mana dengan puasa Syawal?
• INI Panduan Bayar Fidyah atau Utang Puasa Ramadhan 2020, Bacaan Niat dalam Bahasa Arab dan Indonesia
• Sosok Niko Faisal Pengganti Dory Harsa di Band Didi Kempot, Tak Kalah Ganteng dan Jago Main Kendang
• Uji Vaksin Juli 2020, Kenapa Jepang Sangat Lambat Mengerjakan Pembuatan Vaksin Virus Corona?
Dikutip Tribunnews.com dari buku Panduan Ramadhan terbitan Pustaka Muslim tahun 2014, qadha artinya mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.
Jika memiliki utang puasa Ramadhan, maka bisa dibayarkan di luar bulan Ramadhan.
Namun ada pendapat yang menyebut qadha Ramadhan boleh ditunda.
Yakni boleh dibayarkan di luar bulan Syawal, sehingga bisa melaksanakan puasa Syawal terlebih dahulu.
Utang puasa Ramadhan bisa dibayarkan bulan Dzulhijah hingga Syaban, asalkan sebelum masuk Ramadhan tahun depan.
Pendukung pendapat ini adalah 'Aisyah, di mana ia pernah menunda qadha puasa hingga Syaban.
Meski demikian, tetap saja utang puasa Ramadhan harus segera dilaksanakan, seperti dalam firman Allah SWT:
“Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al Mu’minun: 61)
Tak bisa bayar utang puasa Ramadhan hingga Ramadhan tahun depan