Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Mogok Kerja 5 Hari, 109 Tenaga Medis di Ogan Ilir Dipecat, Begini Alasan Pemecatan Menurut Bupati!

Sebanyak 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumsel, yang mogok kerja selama lima hari dipecat

Editor: Heri Prihartono
SRIPOKU.COM/RESHA  
  Para tenaga kesehatan honorer saat hendak pulang ke RSUD Ogan Ilir, usai mendatangi gedung DPRD Ogan Ilir menyampaikan aspirasi mereka. 

TRIBUNJAMBI.COM, OGAN ILIR - Sebanyak 109 tenaga medis di RSUD Ogan Ilir, Sumsel, yang mogok kerja selama lima hari dipecat

Ratusan tenaga medis itu dipecat saat terjadi saat lonjakan kasus Covid-19 di Ogan Ilir 

Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam, Kamis (21/5/2020) membenarkan, pemecatan 109 tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan.

Begini Jawaban Menteri Nadiem Makarim Ditanya Soal Kapan Sekolah Kembali Dibuka!

“Ya sudah diberhentikan, saya yang menandatangi surat pemberhentiannya,” kata Ilyas saat dikonfirmasi di Kantor Badan Amil Zakat Nasional Ogan Ilir, Kamis (21/5/2020).

Ilyas mengatakan, tuntutan yang dilayangkan ratusan tenaga medis itu telah diberikan sejak awal.

Ia mencontohkan, insentif, rumah singgah, dan alat pelindung diri (APD).

Dua Hari Jalan Lumpuh Akibat Longsor, Warga Batang Asai Gotong Royong Buka Jalan

“Insentif sudah ada, minta sediakan rumah singgah, sudah ada 34 kamar ada kasur dan pakai AC semua, bilang APD minim, APD ribuan ada di RSUD Ogan Ilir, silakan cek,” jelas Ilyas.

Menurutnya, aksi mogok kerja yang dilakukan ratusan tenaga medis RSUD Ogan Ilir itu setara dengan desersi di militer.

“kalau dalam militer mereka itu sama dengan desersi. Apa yang mereka tuntut, semua sudah ada, makser, sarung tangan, kaca mata, boot semua ada, apalagi? Insentif juga sudah ada mereka kerja juga belum kok, baru datang pasien corona sudah bubar enggak masuk, gimana itu,” jelas Ilyas.

Begini Reaksi Rizal Bocah Penjual Jalangkote Korban Bullying Saat Dapat THR Rp 10 Juta

Pemkab Ogan Ilir akan mencari tenaga medis baru untuk menggantikan ratusan orang yang dipecat itu.

“Tidak usah masuk lagi, kita cari yang baru, dengan 109 ini diberhentikan dengan tidak hormat tidak mengganggu aktivitas rumah sakit,” kata dia.

Ilyas menambahkan, terdapat 14 dokter spesialis, delapan dokter umum, 33 perawat berstatus aparatur sipil negara (ASN), dan 11 tenaga honorer di RSUD Ogan Ilir.

Ia menjamin aktivitas pelayanan di RSUD Ogan Ilir tak terganggu karena pemecatan 109 tenaga medis tersebut.
Lagipula, jumlah pasien Covid-19 di RSUD Ogan Ilir hanya tiga orang.

"Saat ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Ogan Ilir cuma tiga orang, sementara untuk pasien di luar Covid-19 diarahkan ke rumah sakit lain atau ke puskesmas yang ada di Ogan Ilir,” jelasnya.

Hasil Swab Enam Pasien Covid-19 Klaster Temboro di Tanjab Barat, Empat Orang Positif

Sebelumnya diberitakan, tenaga medis RSUD Ogan Ilir mogok kerja sejak Jumat (15/5/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved