Dua Hari Jalan Lumpuh Akibat Longsor, Warga Batang Asai Gotong Royong Buka Jalan

Longsor di Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun masih menghantui masyarakat sekitar.

Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Warga Batang Asai gotong-royong membersihkan longsor di perbatasan Desa Rantau Panjang dan Desa Tambak Ratu. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Longsor di Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun masih menghantui masyarakat sekitar.

Seiring dengan curah hujan tinggi, longsor di Batang Asai berpotensi kembali terjadi.

Longsor yang terjadi di perbatasan Desa Rantau Panjang dan Desa Tambak Ratu (bukit celak) pada Rabu (20/5) lalu membuat jalur lalu-lintas warga lumpuh hingga Kamis (21/5).

Untuk membuka akses jalan, akhirnya warga bersama TNI, Polri, BPBD kembali gotong-royong membersihkan timbunan tanah longsor.

"Manual gotong-royong, menunggu alat berat masih dalam perjalanan," kata Kapolsek Batang Asai, Iptu Ebon Lingga, Kamis (21/5).

Update 21 Mei 2020: Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Provinsi Jambi Hari ini

Hasil Swab Enam Pasien Covid-19 Klaster Temboro di Tanjab Barat, Empat Orang Positif

Ini Alasan Pemkab Tebo Anjurkan Masjid di Jalan Lintas Sumatera Tak Digunakan untuk Salat Idul Fitri

Dengan begitu, akses jalan sementara bisa dilalui kendaraan roda empat meski belum sempurna.

Sementara longsor yang terjadi dan jauh dari pusat kecamatan itu memang minim sekali sinyal handpone. Hal ini berpengaruh pada informasi yang diperoleh di lapangan.

"Sinyal putus 30 jam, listrik mati," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Sarolangun Trianto menyebutkan jika bencana longsor berkemungkinan masih akan terjadi seiring dengan curah hujan yang masih terjadi beberapa hari kedepan.

"Kita berdoa semoga beberapa hari kedepan curah hujan berkurang," katanya.

Diharapkan warga sekitar Batang Asai harus waspada pada longsor. Terutama pada beberapa titik yang sudah diberi rambu-rambu rawan longsor sebanyak 7 titik.

Selain itu, curah hujan yang masih terjadi juga mengakibatkan tinggi muka air semakin naik. Pada warga di daerah aliran sungai (DAS) atau desa yang lokasi rendah harus waspada.

"Mengingat TMA (tinggi muka air) sangat tinggi, waspada III, ada beberapa desa air sungai sudah meluap ke desa yang lokasi rendah," katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved