Dua Terdakwa Kasus Penipuan Modus Proyek Kemenpora Hadirkan Saksi Meringankan di Persidangan

Dua terdakwa kasus penipuan dengan modus proyek pembuatan lapangan sepak bola dari Kementerian Pemuda dan Olahraga hadirkan saksi meringankan.

TRIBUNJAMBI/LEONARDUS YOGA WIJANARKO
Pertandingan sepak bola di Lapangan Persijam. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua terdakwa kasus penipuan dengan modus proyek pembuatan lapangan sepak bola dari Kementerian Pemuda dan Olahraga hadirkan saksi meringankan di persidangan, Selasa (19/5/2020) kemarin.

Kedua terdakwa adalah Andi Aryandhi dan Deri Jati Prasetyo. Sidang yang digelar secara daring itu dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Yandri Roni.

Amin SH, penasehat hukum terdakwa Deri Jati mengatakan saksi meringankan pada persidangan itu dihadirkan untuk terdakwa Deri.

Saksi yang dihadirkan adalah Monang, sekretaris Desa Simpang Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi.

Menang Lelang Motor Listrik Jokowi, M Nuh Malah Mengira Dapat Hadiah, Ketakutan Ditagih Rp 2,5 M

Sayur dan Ikan di Pasar Angso Duo Naik, Kembang Kol Tembus Rp 50 Ribu Sekilo

Dua Hari Jalan Lumpuh Akibat Longsor, Warga Batang Asai Gotong Royong Buka Jalan

"Saksi menjelaskan program bantuan memang ada tahun 2016 namun ditunda tahun 2017," katanya.

Amin mengatakan surat penundaan dari Kemenpora RI tersebut sudah diserahkan terdakwa Deri kepada pihak kepolisian saat masih proses penyidikan.

"Suratnya ada sudah diserahkan kepada penyidik. Tapi tidak dimasukkan dalam perkara ini, nanti akan kami lampirkan di pembelaan," katanya lagi.

Seperti diketahui, Andi Aryandhi dan Deri Jati ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan. Dimana terdakwa Andi mengiming-imingi korban Yandrik untuk pengerjaan proyek pembangunan lapangan sepak bola sebanyak 15 lokasi di Kabupaten Muaro Jambi dan lima lokasi di Kabupaten Tanjab Barat.

Terdakwa Andi meyakinkan korban akan bisa mendapat proyek tersebut tanpa harus melalui tender dengan alasan ia memiliki keluarga di Kementrian Pemuda dan olahraga RI yakni terdakwa Deri.

Untuk bisa mendapat proyek itu, korban harus mengeluarkan uang Rp 200 juta untuk memudahkan untuk mendapatkan proyek tersebut.

Atas perbuatannya kedua terdakwa diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau kedua Pasal 372 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved