Sabtu, 9 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Virus Corona

Dirumah Aja Ampuh Kurangi Penyebaran Covid-19, Hasil Studi Kajian Ilmiah FKM Universitas Indonesia

Semakin banyak orang berada di rumah, maka semakin kecil jumlah transmisi atau penularan virus corona SARS-CoV-2 di Jakarta.

Tayang:
Editor: Deni Satria Budi
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Jalan Jenderal Sudirman di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, tampak lengang di hari ke-3 pemberlakuan imbauan bekerja di rumah dan belajar di rumah, Rabu (18/3/2020). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Semakin banyak orang berada di rumah, maka semakin kecil jumlah transmisi atau penularan virus corona SARS-CoV-2 di Jakarta.

Hal ini ditunjukan oleh sebuah kajian ilmiah.

Kajian ilmiah tersebut dikeluarkan oleh tim ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Berdasarkan kajian ilmiah itu pula, Gubernur Jakarta Anies Baswedan resmi memperpanjang status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama14 hari. Mulai 22 Mei, hingga 4 Juni 2020.

Mendadak Anies Baswedan Klaim Warga Jakarta Paling Patuh Ikuti PSBB Ketimbang 5 Daerah Lain di Jawa

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Jatim Bertambah 502, Penambahan Tertinggi di Indonesia

Dalam kajian ilmiah tersebut, terdapat grafik yang menunjukkan penurunan jumlah penularan Covid-19 akibat semakin banyak proporsi orang yang di rumah saja.

Serta, potensi semakin tinggi penularan jika semakin banyak orang di luar rumah.

Lantas apakah penurunan kasus Covid-19 hanya seputar proporsi masyarakat di rumah saja, atau karena banyak warganya yang sudah pulang kampung?

Pakar epidemiologi FKM UI, Pandu Riono menjawab bahwa hasil kajian grafik yang menunjukkan adanya penurunan penularan Covid-19 di DKI Jakarta hanya mengambil proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB.

VIRAL Seorang Ayah Sambil Menangis Jual Blender agar Anak dan Istrinya Bisa Makan, Begini Kata Kades

Sulit Akses Jaringan Internet, Guru Madrasah di Bungo Mengajar Lewat Telepon

Pandu menyebutkan hal ini tidak berkaitan dengan banyaknya orang yang sudah pulang kampung.

"Indikatornya (grafik hasil kajian ilmiah) proporsi. Proporsi penduduk stay at home," kata Pandu kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Kajian yang dilakukan oleh Pandu dan timnya dapat menghasilkan data penurunan akibat indikator proporsi warga di rumah saja, dari pengumpulan data yang dihimpun secara statistik.

Namun secara sederhana, Pandu menjelaskan bahwa proporsi penduduk yang tinggal di rumah saja selama PSBB berasal dari big data google mobility index yang dikumpulkan dari para pengguna Android.

Pandu juga mengaitkan dengan data laporan kasus pemerintah melalui analisis statistik.

Hasil kajian penurunan kasus Covid-19 Jakarta

Sejak diberlakukannya PSBB di Jakarta, angka proporsi warga berada di rumah meningkat sampai hampir 60 persen.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved