Pengakuan Mashuri Lompat ke Laut, Ungkap Perbudakan di Atas Kapal Mati, Dihajar Habis-habisan

"Melawan kita, terjadi pertumpahan darah. Mereka mengeroyok dan kita kalah, bonyok-bonyok, sempat ada pukulan senjata tajam juga. Di situ kami ...

Editor: Duanto AS
ist
Ilustrasi terjun ke laut 

"Melawan kita, terjadi pertumpahan darah. Mereka mengeroyok dan kita kalah, bonyok-bonyok, sempat ada pukulan senjata tajam juga. Di situ kami berpikir untuk lompat," kata Mashuri.

TRIBUNJAMBI.COM - Beberapa waktu lalu video jenazah ABK kapal berbendera China yang dibuang di laut menghebohkan Indonesia.

Kini, pengakuan ABK yang mengisahkan perbudakan di kapal membuat gempar.

Pemuda bernama Mashuri ini menuturkan bagaimana kondisi mereka di kapal, disiksa hingga ada mayat disimpan di dalam pendingin.

ABK Indonesia di Kapal Fu Yuan Yu 1218 berbendera China. Mashuri kedua dari kanan.(Dokumen Mashuri )
ABK Indonesia di Kapal Fu Yuan Yu 1218 berbendera China. Mashuri kedua dari kanan.(Dokumen Mashuri ) ()

"Teman saya meninggal karena disiksa lalu disimpan sebulan di tempat pendingin ikan dan dibuang ke laut. Sementara, kami berempat tidak tahan dipukul, disiksa, akhirnya kami selamat dengan melompat dari kapal, 12 jam terombang-ambing di laut", demikan klaim Mashuri, seorang ABK ( anak buah kapal) Indonesia.

Baru Kenal Dua Hari, Sepeda Motor Warga Bagan Pete Ini Nyaris Dibawa Kabur Teman di Paal 13

Pamit Pergi Memancing, Kakek 70 Tahun Hilang di Sungai, Kondisi Perahu Ditemukan Terbalik

Anies Baswedan Klaim Tingkat Kepatuhan Warga Jakarta Terhadap PSBB Lebih Baik dari 5 Provinsi Ini

Mashuri, yang bertutur tentang perbudakan di atas kapal itu kepada wartawan BBC News Indonesia.

Dia menuturkan bekerja di kapal "purse seine" atau pukat cincin Fu Yuan Yu 1218 berbendera China.

Dia dan teman WNI lainnya mengaku mengalami apa yang dia sebut "perbudakan" selama enam bulan di atas kapal.

ABK ini mengungkap dirinya disalurkan oleh agen PT MTB yang berlokasi di Tegal, Jawa Tengah.

MTB adalah perusahaan yang sama yang menyalurkan Herdianto, ABK Indonesia yang meninggal dan dilarung di laut Somalia oleh kapal berbendera China bernama Luqing Yuan Yu 623.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyatakan pada Selasa (19/5/2020) telah menetapkan MH dan S dari agen MTB sebagai tersangka.

Keduanya berasal Tegal.

BBC News Indonesia telah menghubungi pengurus MTB melalui telepon dan pesan singkat, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari mereka.

ABK Indonesia di Kapal Fu Yuan Yu 1218 berbendera China. (Dokumen Mashuri)
ABK Indonesia di Kapal Fu Yuan Yu 1218 berbendera China. (Dokumen Mashuri) ()

Serikat Buruh Migran Indonesia mengatakan "perbudakan" ABK Indonesia disebabkan oleh carut-marutnya tata kelola aturan perekrutan, pelatihan dan penempatan pelaut perikanan Indonesia, sehingga menjamurnya agen-agen pengiriman "gadungan".

Narasumber kami adalah warga Lumajang, Jawa Timur. Seusai tamat SMA, ia mendapatkan informasi bekerja sebagai ABK kapal ikan di luar negeri.

Jualan Jalangkote demi Belikan Susu Adik, Setelah Dibully, Rizal Tak Mengaku: Takut Ibu Sedih

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved