Selasa, 28 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

unik

Tentara Luar Negeri Pernah Gemetar LIhat Barang Made In Indonesia Ini, Ternyata

Biasanya satuan kapal selam di Indonesia bahkan semua negara dunia selalu mengandalkan kapal selam sebagai senjata strategis.

Editor: Jaka Hendra Baittri
Grid.ID
RI Nagabanda 

TRIBUNJAMBI.COM - 

Konfrontasi antara Indonesia-Malaysia tahun 1962 sampai 1966 banyak menyisakan kisah-kisah menarik untuk dikulik.

Salah satunya tentang bagaimana operasi-operasi satuan kapal selam atau Korps Hiu Kencana TNI AL yang membuat decak kagum kawan maupun lawan.

Biasanya satuan kapal selam di Indonesia bahkan semua negara dunia selalu mengandalkan kapal selam sebagai senjata strategis yang akan menjalankan 'Covert Mission' alias misi tersembunyi.

Saat itu tahun 1963-1964, konfrontasi Indonesia-Malaysia sedang panas-panasnya.

Tiga Negara Kuat Calon Lawan Timnas U-19 Indonesia di Piala Asia U-19 2020

Rusak ATM, Monyet Ini Melakukan Kriminal Serius, Netizen pun Berkomentar

Semua unsur perang TNI pun disiagakan, tak terkecuali Korps Hiu Kencana.

Dengan alutsista andalan yakni Kapal Selam (KS) Whiskey Class buatan Soviet, Indonesia amat ditakuti kala itu.

Nah, lawan dari Indonesia pada konfrontasi itu bukan hanya dengan Malaysia.

Namun juga Inggris, Australia dan Selandia Baru.

Ari Puspitasari Perawat Surabaya Meninggal Positif COVID-19, Wanita Hamil Rentan Virus Corona

Maka dilakukanlah pengintaian laut yang dilaksanakan KS KRI Nagabanda di Indonesia bagian timur yang berdekatan dengan Australia.

Hal itu dilakukan untuk berjaga-jaga jikalau konfrontasi berubah jadi perang terbuka dan Australia memutuskan ikut terjun dalam kancah peperangan membantu Malaysia maka pihak TNI AL sudah dapat mencegat pergerakan kapal-kapal perang Australia.

KRI Nagabanda kemudian meninggalkan Naval Base Surabaya menuju Kupang.

Sesampainya di Timor, KS kemudian lego jangkar sehari disana untuk menambah logistik segar.

Sesudahnya KS Nagabanda segera angkat sauh dan berlayar di Samudera Indonesia, melakukan misi patroli serta pengintaian.

KRI Nagabanda kemudian menyusup diam-diam ke perairan negara Australia yang jaraknya hanya 50 mil (80 km) dari kota Perth bagian sebelah barat.

Setelah sampai disana udara menjadi terasa sangat dingin bagi awak KS KRI Nagabanda karena Australia berdekatan dengan kutub selatan.

Jelang Lebaran di Pasar Tanggo Rajo Kuala Tungkal, Masyarakat Masih Banyak Tak Pakai Masker

Selesai melakukan pengintaian ke daratan Australia dan dirasa tak ada pergerakan dari armada perang negeri Kangguru maka komandan kapal memutuskan untuk putar balik ke Kupang.

Tapi ada salah satu anak buah kapal yang mengusulkan kepada komandannya untuk buang sampah dilaut bagian sebelah barat Perth.

"Komandan untuk menandai bahwa RI Nagabanda sudah pernah berada di perairan barat australia , sebaiknya kita buang sampah di sini." ujarnya.

Usul itu kemudian langsung disetujui.

Maka dikumpulkanlah bungkus makanan, kaleng dan lain sebagainya yang ada tulisan 'Made In Indonesia' dan segera dibuang ke laut.

Mengapa hal ini dilakukan? tak lain karena Psywar.

Sebab KS KRI Nagabanda berhasil menyusup tanpa ketahuan oleh kapal-kapal patroli angkatan laut Australia jauh kedalam teritori laut nasional mereka.

Unik! Ini Kebiasan Kim Jong Un Saat Traveling

SEKOLAH BAKAL DIBUKA LAGI - Catat 19 Panduan Pelaksanaan Pola Sekolah Baru, Belajar di TVRI Tamat?

Hal itu juga sebagai peringatan jikalau Australia nekat membantu Malaysia dalam konfrontasi tersebut maka sewaktu-waktu Armada kapal selam Indonesia bisa kapan pun menyusup lagi ke perairan negeri Kangguru dan melakukan serangan.

Gara-gara ini pihak angkatan laut Australia sempat ketar-ketir seakan tak percaya bahwa ada kapal selam asing masuk ke teritori mereka tanpa terdeteksi sekalipun.

Artikel ini telah tayang di Intisari.Grid.Id dengan judul Gara-Gara Seongok Sampah Bertuliskan Made In Indonesia, Angkatan Laut Australia Pernah Dibikin Ketar-Ketir, Ternyata Hal Ini Pemicunya

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved