Virus Corona
Ari Puspitasari Perawat Surabaya Meninggal Positif COVID-19, Wanita Hamil Rentan Virus Corona
Jika kita tidak merasa fit, tetap di rumah. Dan ketika gejala pernapasan berkembang (seperti hidung tersumbat, pilek, bersin, atau batuk)...
TRIBUNJAMBI.COM - Simak update tentang Ari Puspitasari perawat RS Royal Surabaya yang meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Perawat yang sedang hamil 4 bulan ini meninggal setelah dirujuk ke RSAL dr Ramelan, setelah beberapa hari sebelumnya dirawat di RS Royal Surabaya.
Juru bicara penanganan Covid-19 RS Royal dr Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan, secara keilmuan memang wanita hamil lebih rentan terpapar virus corona.
• Jelang Lebaran di Pasar Tanggo Rajo Kuala Tungkal, Masyarakat Masih Banyak Tak Pakai Masker
• Menelisik Kampung Manggis dan Kisah saat Ayah Zumi Zola Masih Muda hingga Jadi Gubernur Jambi
• Kapolres Tanjabbar Pertanyakan Penumpang Kapal yang Berlabuh di Pelabuhan RoRo Kok Bisa Punya Tiket
"Yang kami tahu dia sedang hamil. Tapi secara keilmuan memang orang hamil lebih rentan (terpapar Corona). Karena hamil, selama bekerja sudah ada protokol dia tidak merawat pasien di ruang isolasi," pungkas Dewa.
Pendapat ini dibenarkan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi.
Joni menjelaskan, orang hamil memang termasuk dalam kategori yang rentan ketika terjangkit Covid-19 karena imunitas dan metabolisme yang berubah.
"Jantung, Diabetes, TBC, ketuaan, orang hamil itu betul-betul harus dijaga. Imunitas orang yang sedang hamil itu berubah. Respons terhadap virus dan penyakit juga berubah," ujar Joni.
Lantas, seberapa rentan wanita hamil terpapar virus corona?
Melansir dari Kompas dalam artikel 'Seberapa Rentan Wanita Hamil pada Virus Corona?', Centers for Disease Control and Prevention pernah merilis pernyataan resmi yaitu wanita hamil bisa lebih rentan terhadap infeksi virus pernapasan.
Infeksi itu termasuk COVID-19, karena tubuh mereka mengalami perubahan imunologis dan fisiologis.
Namun, belum ada informasi dari laporan ilmiah yang diterbitkan tentang seberapa rentan wanita hamil terhadap virus corona.
Itu karena kurangnya data tentang wanita hamil dengan COVID-19, kata pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, MD, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.
"Memahami arah infeksi pada wanita hamil adalah pertanyaan penelitian yang sangat penting yang perlu dijawab," kata dia.
"Wanita hamil juga harus dimasukkan dalam uji coba antivirus dan vaksin."
Dr. Adalja menyebut, kehamilan mengurangi cadangan pernapasan, yang berarti infeksi pernapasan bisa lebih buruk pada wanita hamil.