Human Interest Story

Toko Eleison Jambi, Pernah Berjaya Puluhan Tahun Kini Tergerus Era Digital

Sebelum era digital masuk, toko-toko buku, surat kabar, majalah, dan tabloid pernah merajai di Kota Jambi.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Mareza
Toko Elesison. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebelum era digital masuk, toko-toko buku, surat kabar, majalah, dan tabloid pernah merajai di Kota Jambi. Satu di antaranya Toko Eleison yang terletak di Jalan Raden Mattaher, Pasar Kota Jambi. Lalu bagaimana perkembangan toko itu sekarang?

Amarjohan melempar senyum ketika baru tiba di ruko Senin pagi itu. Ingatannya kembali ke medio 1970-an saat Tribunjambi.com menyinggung kapan mulai merintis Toko Elesison.

"Merintisnya ini mulai 1976, awal tegaknya mulai dari bangunan kayu," katanya, mulai mengisahkan.

Melanjutkan usaha mendiang ayahnya, Amarjohan mulai merintis Toko Eleison dengan surat kabar Kompas dan beberapa tabloid. T Samirin, ayahnya dulu adalah seorang ketua partai yang punya minat kuat dalam membaca. Bersama Yono, orang kepercayaan ayahnya, dia mengelola toko itu sejak 40 tahun yang lalu. Selain Yono, ada juga Yati. Mereka bertigalah yang mempertahankan Toko Eleison hingga kini.

Macet Tiga Bulan, TPP Guru di Muarojambi Besok Cair

Dua Perusahaan di Jambi Ini Dilaporkan Akibat Tak Berikan THR Karyawan

Jam Operasional Pasar Mulai Dibatasi, Sungai Penuh Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Covid-19

Dengan tangan dingin dan kepiawaian, mereka terus berkembang. Pada tahun 1990-an, bangunan yang sebelumnya terbuat dari kayu, mulai dibangun permanen. Perlahan-lahan, Toko Eleison memasuki masa kejayaannya.

"Bangunnya pelan-pelan, angsur-angsur, karena kalau dibangun sekaligus, tidak cukup," ujarnya.

Dari jualan koran dan majalah, baik langganan mau pun eceran, Eleison menjadi agen koran dan majalah terbesar di Jambi. Lokasi yang strategis dan pangsa pasar yang meyakinkan saat itu menjadikan Toko Eleison hoki.

Letaknya yang tidak jauh dari Terminal Rawasari dan Simpang Sado membuat toko itu ramai dikunjungi. Bukan hanya bagi masyarakat Jambi, pelancong yang ingin tau informasi tentang Jambi pun, biasanya langsung tertuju untuk mencari surat kabar di sana.

Kedigdayaan surat kabar cetak dan majalah saat itu benar-benar membuat Toko Eleison hidup. Puncaknya pada awal 2000-an, Toko Eleison bahkan sempat menjual buku-buku paket dan buku bacaan lainnya.

Dia bilang, pada masa kejayaan dulu, orang-orang sempat antre meski hanya untuk beli koran di sana. Ribuan eksemplar habis setiap harinya. Koran-koran yang dijual di sana pun, mulai dari lokal, nasional, hingga internasional. Mulai dari yang berbahasa Indonesia, Inggris, hingga Mandarin.

Selain untuk dibaca, koran dan majalah pada masa itu kerap juga dipakai untuk buat kliping bagi para siswa dan mahasiswa di Jambi. Beragam bacaan yang tersedia di sana membuat mereka gampang memilih tema mana yang mereka butuhkan. Misalnya, pertanian, kesehatan, ekonomi dan bisnis, hingga gaya hidup.

Siap-siap! di Tengah Wabah Ini, Pemerintahan Jokowi akan Beri Stimulus Rp25 Triliun ke Orang Kaya

Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Rawat 977 Pasien Positif Virus Corona

Namun, sejak masuknya media daring, minat masyarakat pada koran cetak mulai menurun. Mayoritas masyarakat mulai beralih pada gawai, melihat berita melalui tautan-tautan.

"Pas sudah masuk berita online, mulai turun," katanya.

Penurunan itu dimulai sejak sakitar satu dekade terakhir, dan semakin terasa sejak beberapa tahun belakangan.
Kini, Toko Eleison masih terus dipertahankan oleh mereka bertiga. Toko legendaris di Jambi ini masih diminati sejumlah kalangan, khususnya yang masih nyaman membaca surat kabar dan majalah dalam bentuk fisik. Jenis surat kabar dan majalah di sana pun tidak banyak berkurang. Hanya saja, jumlah eksemplarnya yang tidak sebanyak dulu.

Hanya sekitar 1.000 koran dari berbagai kantor redaksi yang menjadi jatah mereka setiap harinya. Jika sedang tidak cetak atau ada pengurangan jumlah cetakan, bisa kurang dari itu. Mereka dibantu enam loper pengantar.
Seperti pada Senin ini, ada 320 eksemplar surat kabar Tribun Jambi yang sampai di toko itu. Surat kabar itu diantarkan oleh loper pada para pelanggan. Sedangkan untuk majalah dan tabloid, biasanya dapat langsung dibeli di sana.

Bertahan puluhan tahun tidak membuat mereka lelah untuk terus menjajakan bacaan berkualitas bagi masyarakat. Meski tidak lagi muda, mereka tetap semangat melayani pelanggan dengan baik, dan Toko Eleison yang legendaris itu menjadi saksi kejayaan.(Mareza Sutan A J)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved