Idul Fitri, Seratusan Narapidana Khusus di Lapas Jambi Dapat Remisi

Dalam rangka perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah Tahun 2020, Lapas Kelas II A Jambi memberikan remisi terhadap 565 narapidana.

TRIBUNJAMBI/MUHAMMAD FERRY FADLY
Lapas Klas II A Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Dalam rangka perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah Tahun 2020, Lapas Kelas II A Jambi memberikan remisi terhadap 565 narapidana, 111 orang diantaranya merupakan narapidana khusus.

Kepala Lembaga Pemasyrakatan (kalapas) Kelas IIA Jambi, Yusran Saad mengatakan, hal tersebut sudah diputuskan langsung pusat, dan akan diumumkan bertepatan pada hari Idul Fitri mendatang.

"Kita usulkan 565 warga binaan, dan sudah disetujui dan diputuskan," katanya, Senin (18/5) sore.

Sementara itu, terkait dengan pemberian remisi terhadap 111 orang yang termasuk dalam pidana khusus, Yusran mengatakan, hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan, dimana para narapidana khusus tersebut telah memenuhi persyaratan atau telah memiliki justice collabolator.

Air Sungai Meluap, Wilayah Sarolangun Mulai Terendam Banjir, BPBD Minta Warga Waspada

Pasien Positif Covid-19 Bertambah Lagi, Satu Orang Hasil Rapid Test di Pasar Kota Jambi

Banyak Makan Korban, Begini Aksi Reza Cabuli Lima Teman Perempuannya

Yusran menjelaskan, justice collaborator merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi oleh narapidana khusus untuk mendapatkan hak remisi Idul Fitri tahun ini.

"Dari 565 yang kita usulkan dan sudah disetujui, 454 merupakan diluar PP 99, atau kriminal umum, sementara 111 diantaranya narapidana khusus yang termasuk kedalam PP 99 dan PP 28, atau masuk dalam pidana khusus yang telah memenuhi syarat, yaitu sudah memiliki atau memenuhi justice collaborator," kata Yusran.

Lebih lanjut, Yusran mengatakan, remisi yang diterima oleh narapidana pada tahun ini dimulai dari 15 hari sampai dengan 2 bulan, atau mengikuti remisi umum perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.

Saat ini, dari 925 total warga binaan di Lapas Kelas II A Jambi, terdapat 749 orang narapidana, sementara 176 lainnya merupakan tahanan.

"Jadi, dari 749 yang berstatus narapidana, tidak semua mendapat remisi, ada sekira 184 orang," kata Yusran.

Adapun narapidana yang tidak mendapat remisi yakni, narapidana yang non Muslim, narapidana narkotika yang belum mempunyai justice collabolator, narapidana tipikor yang belum bayar denda, belum mencapai 6 bulan masa pembinaan, dan narapidana yang menjalani kurungan denda atau subsider.

"Jadi ini kan remisi dalam rangka Idul Fitri, jadi yang non Muslim tidak mendapatkan remisi, dan narapidana yang masuk dalam PP 9 tanpa memiliki justice collabolator juga tidak bisa menerima remisi," tambahnya.

Penulis: Aryo Tondang
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved