Berita Sarolangun

PPDB di Sarolangun Tetap Dibuka dengan Sistem Daring, Ini Waktu yang Ditentukan Dinas Pendidikan

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Sarolangun pada tahun 2020 tetap dilaksanakan.

Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto
15052020_Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Sarolangun pada tahun 2020 tetap dilaksanakan.

Hanya saja PPDB kali ini berbeda pada tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Sarolangun, Helmi mengatakan, hingga saat ini, sistem pembelajaran siswa melalui daring seiring dengan pandemi Covid-19 sudah masuk pada ujian siswa.

Jika pada ujian kenaikan kelas atau ujian sekolah, kali ini mengacu pada keputusan pihak sekolah.

Polres Sarolangun Adakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah Covid-19 kepada Tim Gugus Tugas Covid-19

Tragis, Demi Cari Sinyal Untuk Tugas Kuliah Online, Mahasiswa Unhas Tewas Jatuh dari Menara Masjid

Artinya masing- masing sekolah menggunakan metode satu topik ujian, untuk nilai tambahan berdasarkan nilai harian yang diperoleh para siswa itu sendiri.

"Nilai diambil pada satu topik ditambah nilai hariannya," jelas Helmi, Jumat (15/5/2020).

Setelah itu kata Helmi, pihak sekolah melaksanakan PPDB yang diutamakan dengan sistem online.

Hanya saja sistem online diberlakukan pada sekolah yang sarana dan prasarnanya memadai.

Sempat Dianggap Idiot, Ternyata Ada Kejeniusan Dibalik Kondisi Anak Ini, Berkat Upaya Ibunya

Satu Perusahaan di Sarolangun Tutup Akibat Corona, Puluhan Karyawan Dirumahkan

Sementara untuk sekolah yang berada di pedesaan bisa saja dilakukan secara tatap muka namun memerhatikan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

PPDB pada tingkat TK, SD,SMP dan SMA dilakukan pada pendaftaran dari tanggal 16 hingga 25 juni 2020. Verifikasi berkas dari tanggal 17 sampai 27 Juni 2020. 

Adapaun sistem penerimaan ini masih dengan sistem zonasi.  Dimana para calon siswa tinggal disitulah mereka mendaftar.

"Mekanisme serahkan sama sekolah, tapi sekolah harus perhatikan protokol kesehatan covid -19,"karanya

Helmi juga mengaku, seiring dengan perkembangan dan situasi covid-19 yang belum mereda ini. Pihaknya diperkirakan masih menyetop siswa untuk pergi ke sekolah. 

"Sampai 4 juni, melihat situasi dan kondisi, kita mengacu undang undang pusat," katanya. (Tribunjambi.com/Wahyu Herliyanto)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved