Wendy Leo, Terpidana Kasus Kroupsi Pipanisasi Tanjab Barat Jalani Sidan PK

Di persidangan itu, saksi Indra Wanjani yang tak lain adalah saudara kandung Wendy Leo diambil sumpah. Dalam keterangannya ia menyebutkan bahwa...

Tribunjambi/jaka HB
Wendy Leo salah satu tersangka kasus pipanisasi Tanjabbar 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terpidana kasus pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Wendy Leo ajukan sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Tipikor Jambi, Kamis (14/5/2020).

Upaya hukum luar biasa itu digelar secara daring, dimana terpidana mengikuti persidangan dari lapas. Sementara di pengadilan ia hanya diwakili oleh penasehat hukumnya yakni Sertiansyah.

Di persidangan itu, pihak Wendy Leo melalui penasehat hukumnya menghadirkan saksi untuk mendukung bukti baru yang diajukannya ke persidangan.

Pertarungan Kades vs Dua Perampok setelah Buka Puasa, Musuh Kabur dengan Darah Berceceran

MIRIS Pengantar Mayat di Meksiko Harus Antre di Rumah Kremasi dan Peti Mati Menumpuk di Ruang Duka

Pasien Covid-19 Provinsi Jambi Bertambah 1 Orang Hari Ini, Asalnya Dari Kabupaten Muarojambi

Menurut Sertiansyah, dalam permohonannya, semua kerugian negara sudah dikembalikan oleh kliennya. Terakhir, telah mengembalikan sisa dana sebesar Rp 3,2 miliar untuk melengkapi kerugian negara. Dengan demikian, kerugian negara sudah dikembalikan semuanya oleh kliennya.

“Hari ini (kemarin, red), kami mengajukan Peninjauan Kembali terhdap bukti baru, bukti setor yang belum dihadirkan ke persidangan. Itulah bukti baru kita,” jelas Sertiansyah ketika ditemui usai persidangan.

Di persidangan itu, saksi Indra Wanjani yang tak lain adalah saudara kandung Wendy Leo diambil sumpah. Dalam keterangannya ia menyebutkan bahwa uang kerugian negara itu telah dikembalikan lewat BRI Cabang Kuala Tungkal.

“Persidangan selesai, tinggal majelis hakim memberikan pendapat dan dikirimkan selekasnya ke Mahkamah Agung,” katanya.

Sertiansyah mengatakan pengembalian uang kerugian negara memang tidak menghapuskan perbuatan pidana korupsi kliennya. Namun pada PK tersebut pihanya mengakukan pada putusan pertama, yakni 2 tahun dan 6 bulan.

“Bukan minta bebas, kami ingin mengambalikan ke putusan Pengadilan Negeri, yakni 2 tahun dan 6 bulan. Karena uang negara sudah selesai,” jelasnya.

Wendy Leo merupakan rekanan dalam proyek pipanisasi air bersih di Kabupaten Tanjabbar. Dengan nilai proyek mencapai Rp 151 miliar.

Pada putusan persidangan tingkat pertama Maret 2019 lalu ia menjalani vonis bersama tiga terdakwa lainnya yakni Sabar Barus, Hendy Kusuma dan Ery Dahlan. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved