unik
Puasa 21 Jam Sehari, Matahari Muncul Lebih Lama, Di Negara Ini Puasa Lebih Lama dari Indonesia
Seperti yang kita ketahui, durasi lama berpuasa tergantung pada jumlah jam antara matahari terbit dan terbenam.
TRIBUNJAMBI.COM - Islam mewajibkan berpuasa di Bulan Ramadan bagi muslimin. Berpuasa dari terbit matahari sampai tenggelamnya.
Waktu berpuasa rata-rata Indonesia adalah 13 jam 8 detik. Tapi tahukah kamu ada negara yang punya waktu berbeda saat tenggelam dan terbitnya matahari?
Waktu yang hampir sama dialami oleh negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Kalau waktu 13 jam 8 detik ini dirasa cukup berat bagimu, apalagi dengan kondisi cuaca yang sedang cukup panas, apa jadinya jika sekarang kamu berpuasa di Swedia?
Seperti yang kita ketahui, durasi lama berpuasa tergantung pada jumlah jam antara matahari terbit dan terbenam.
Waktu ini bisa berbeda-beda, tergantung kapan jatuhnya bulan Ramadan.
• Ini Deretan Artis Korea Selatan yang Traveling ke Indonesia
Di negara-negara subtropis, jika Ramadan jatuh pada bulan-bulan musim panas, mereka harus berpuasa dengan durasi yang lebih lama.
Ini dikarenakan hari akan lebih panjang sebab matahari akan lebih lama tampak di langit.
Bagaimana dengan bulan Ramadan tahun ini?
Ramadan tahun ini jatuh pada bulan April dan Mei kalender Masehi.
Di negara-negara Eropa dan Amerika bagian Utara sana sedang berlangsung musim semi.
Masyarakat Muslim Amerika Serikat dan Kanada berpuasa dalam durasi antara 16 sampai 19 jam, tergantung letak posisi garis lintang.
Muslim di Belanda, Belgia, dan Jerman akan menjalankan ibadah puasa selama 18 jam.
Sementara mereka yang menjalankan puasa di Spanyol, akan berpuasa selama 17 jam.
• Masalah Lingkungan Terus Muncul, Ini Beberapa Tips Traveling Ramah Lingkungan untuk Kamu
Masyarakat Muslim di Denmark akan berpuasa selama 19 jam di tahun 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/anggota-tim-rukyatul-hilal-memantau-hilal-penetapan-jadwal-puasa-2018.jpg)