sains
Jangan Sentuh Patung Buddha Dalam Stupa Candi Borobudur, Ini Bahayanya
Terkadang tanpa sadar ada bahaya baik bagi manusia atau objek wisata yang kita kunjungi dari tindakan-tindakan yang tidak kita pahami.
Keringat wisatawan tersebut bisa menempel di batu saat mereka berusaha menyentuh patung Kunto Bima.
Baca Juga:
• VIDEO Viral Kisah Pemuda Tasikmalaya Tanpa Kaki Jualan Makanan Keliling
Usaha wisatawan untuk merogoh patung tidaklah mudah.
Mereka tak jarang terpaksa menaiki batu-batuan agar tangannya mencapai bagian tertentu patung di dalam stupa.
Air yang menempel di batu tentunya mengandung garam dan kondisi percampuran air dengan batu akan menimbulkan penyakit pada batuan yang dibangun sejak abad ke-8.
Keringat akan membuat batu lama-kelamaan akan keropos.
Seperti apa pun mitosnya, menyentuh arca memang seharusnya tidak dilakukan wisatawan.
Ada baiknya traveler menikmati peninggalan bersejarah tersebut tanpa harus merusak dan menyakiti batu itu.
Baca Juga:
• Kebijakan Pemerintah Ini Dinilai Kontroversi di Saat Pandemi Virus Corona, Berikut 3 Diantaranya
Di samping merogoh patung, ada alasan kuat lagi wisatawan ke Candi Borobudur.
Yakni melihat hiruk pikuk pedagang cendera mata.
Saat ini terdapat lebih dari 2.500 pedagang yang ada di kawasan candi, kata Pujo Suwarno.
Artikel ini pernah tayang di Intisari.Grid.ID dengan judul Ingat! Jangan Pernah Lagi Nekat Merogohkan Tangan ke Dalam Stupa Candi Borobudur, Akibatnya Sungguh Buruk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/mulai-sekarang-jangan-lagi-berani-merogoh-tangan-patung-budha-di-candi-borobudur.jpg)