Rapid Test di Jambi

Cegah Covid-19 Terus Meluas di Jambi, Danrem Usulkan Rapid Test untuk Tukang Cukur

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, akan mempertajam strategi manajemen dalam penanganan pandemi Covid-19.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Semakin meningkatnya angka pasien positif covid-19 dan PDP, Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengatakan, akan mempertajam strategi manajemen dalam penanganan pandemi Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Firman lantaran terjadinya lonjakan pasien PDP dan pasien positif Covid-19 di Provinsi Jambi.

"Saat ini kita butuh strategi manajemen yang tajam, perlunya penajaman terhadap target yang berpotensi besar tertular dan menularkan," tegas Firman saat melakukan brifing di BPBD Provinsi Jambi, bersama dengan Danrem 042/ Garuda Putih Kolonel Kav M. Zulkifli dan juru bicara penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah pada Senin (11/5) malam.

Jumlah Postif dan PDP Covid-19 Terus Meningkat, Kapolda Sebut Masyarakat Jambi Belum Disiplin

Dalam kesempatan tersebut, Firman menyinggung saran yang sempat dikatakan oleh Danrem 042/ Garuda Putih Kolonel Kav M. Zulkifli mengenai target baru yang akan difokuskan untuk dilakukan rapid test.

Firman mengatakan, target baru yang akan dilakukan rapid test yakni tukang cukur, salon, toko retail seperti Alfamart, Indomaret dan dilanjutkan dengan sejumlah rumah ibadah dan pasar.

"Jadi seperti masukan dari pak danrem itu sangat menarik, dan pantas untuk dijadikan target rapid test, karena kalau tulan cukur itu intens bersentuhan dengan banyak orang, dan satu orang, dalam satu bulan pasti ke tukang cukur," kata Firman pada Senin (11/5) malam.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengimbau pada setiap petugas yang terlibat untuk tetap fokus dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Dia juga menuturkan, agar semua yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini untuk tetap semangat sampai akhir.

"Jadi yang saya khawatirkan, ketika semangat kita sudah sampai klimaks, ternyata penyakit ini baru mau menuju klimaks, itu yang bahaya,” imbuhnya.

Dia juga mengimbau agar semua pihak tidak lengah terkait pemberitaan di sejumlah daerah yang sudah mulai melonggarkan sejumlah aturan mengenai protokol kesehatan Covid-19 ini. Firman menambahkan, sejumlah kelonggaran yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dikarenakan disiplin dari warganya bagus dalam mengikuti arahan pemerintah.

"Jadi jangan karena dibeberapa wilayah sudah mulai ada kelonggaran, kita justru ikut-ikutan. Padahal kita masih dalam kondisi pencegahan yang ekstra," tutup Firman.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved