Breaking News:

Virus Corona

Kisah 1 Dokter dan 2 Perawat di Mataram Positif Virus Corona Meski Menggunakan APD Lengkap

Pandemi virus corona paling rentan terjadi pada tenaga medis seperti dokter hingga perawat

Editor: Heri Prihartono
dailymail.co.uk
Ilustrasi tenaga medis (Foto-foto dari dalam unit perawatan intensif di Rumah Sakit Zhongnan di Wuhan menunjukkan pekerja medis merawat pasien yang sakit kritis) 

TRIBUNJAMBI.CO, MATARAM - Pandemi virus corona paling rentan terjadi pada tenaga medis seperti dokter hingga perawat

 Di antaranya seperti kasus tiga tenaga medis di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ( NTB), positif Covid-19 meskipun telah menggunakan alat pelindung diri atau APD lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan, tiga tenaga medis itu terdiri dari seorang dokter dan perawat yang bertugas di RSUD Kota Mataram, serta satu perawat yang bertugas di Puskesmas Ampenan, Kota Mataram.

"(Dokter dan perawat) yang terkonfirmasi positif sekarang sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Mataram," kata Nurhandini saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2020).

 

Nurhandini mengatakan, tenaga medis merupakan kelompok yang rentan tertular Covid-19.

Kisah Pilu ABK Indonesia di Kapal China Long Xing 629, Terpaksa Minum Air Laut dan Makan Umpan Ikan

Viral Ferdian Paleka Dapat Balasan Prank Bebas Tapi Boong di Kantor Polisi, Warganet Bahagia

Kabar Baik! Dana Pelatihan Kartu Pra Kerja Gelombang 1 dan 2 Telah Cair Total 1,6 Triliun

Ilustrasi tenaga medis pakai APD
Ilustrasi tenaga medis pakai APD ((Weibo/CCTV via BBC))

Mereka diduga tertular virus saat memeriksa dan merawat pasien.

Menurut Nurhandini, para tenaga kesehatan telah bertugas sesuai SOP, salah satunya dengan mengenakan APD sesuai standar.

Saat ini, petugas telah melakukan tracing terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan ketiga tenaga medis itu.

Bagi mereka yang melakukan kontak erat sudah dilakukan uji swab.

Sementara yang melakukan kontak jauh akan dilakukan rapid test.

"Kita sekarang sedang menunggu hasil. Orang-orang yang kontak erat dan rapid test kita istirahatkan dulu, tidak bekerja dulu," kata Nurhandini.

tangkapan layar video viral pasien positif Covid-19 eggan dibawa untuk diisolasi di rumah sakit Mataram
tangkapan layar video viral pasien positif Covid-19 eggan dibawa untuk diisolasi di rumah sakit Mataram (KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)

Pasien Corona di Mataram yang Tolak Isolasi Malah Tarawih di Masjid

Seorang pasien positif corona asal Mataram, Nusa Tenggara Barat / NTB sempat bersikukuh menolak diisolasi dan malah ikut salat tarawih.

S (57) justru tak jujur kepada warga sekitar bahwa dirinya dinyatakan positif Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved