Virus Corona
Ketakutan Ridwan Kamil Bukan Main Usai Kemenhub Izinkan Transportasi Beroperasi: Para OTG Bawa Virus
Setidaknya, hingga berita ini ditulis tercatat ada 1.320 pasien positif corona di wilayah yang dipimpin oleh Ridwan Kamil tersebut.
TRIBUNJAMBI.COM - Kasus virus corona di Indonesia kini makin mengkhawatirkan.
Hingga kini jumlah kasus virus corona semaki bertamabh setiap harinya.
Kemarin Rabu (6/5/2020) Provinsi Jawa Barat menyusul DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).
Jumlah penduduk Jawa Barat yang terkena virus corona bisa dibilang banyak.
Hal inilah yang memaksa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan PSBB di daerahnya.
• Ini Dia Foto Penampakan McDonalds Pertama di Indonesia Tahun 1991, Begini Nasibnya Sekarang
• Maskapai Garuda Indonesia Sudah Kembali Layani Penerbangan
• Gara-gara Kemakan Hoaks Lewat WA Soal Virus Corona, Warga Ini Tak Berani Mandikan Jenazah Kakek
• Atur Jarak Aman Penumpang, Lion Air Group Kembali Beroperasi 10 Mei
Setidaknya, hingga berita ini ditulis tercatat ada 1.320 pasien positif corona di wilayah yang dipimpin oleh Ridwan Kamil tersebut.
Dikabarkan sebelumnya, Ridwan Kamil memang sudah merancang beberapa langkah guna memutus rantai penyebaran virus corona.
Salah satunya dengan mengetatkan protokol kesehatan pada warganya yang memiliki mobilitas tinggi.
Belakangan tiga penumpang KRL jurusan Bekasi-Jakarta dinyatakan positif Covid-19.
Tahu hasil tes dari penumpang KRL jurusan Bekasi ke Jakarta, Ridwan Kamil pun langsung meminta Kementerian Perhubungan untuk mengkaji ulang izin transportasi beroperasi.
Melalui Twitter pribadinya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa masih ada peluang Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa membawa virus.
"Kembali, 3 dari 300 sampel Penumpang KRL Bekasi-JKT terpapar covid.
"Dengan protokol kesehatan ketat pun, para OTG diam2 membawa virus ini (corona) di gerbong KRL," tulis Ridwan Kamil melalui Twitter pribadinya pada Rabu (6/5/2020).
"Sudah kami laporkan ke kemenhub utk merespon lebih terukur situasi ini.
Terlebih lagi, Ridwan Kamil menjelaskan PSBB di Bogor, Depok, Bekasi bisa terancam gagal.