Berita Luar Negeri

Pakar : Amerika Pancing Kemarahan China dengan Dorong Adanya Perwakilan Taiwan di WHO

Amerika Serikat terus mendesak agar Taiwan bisa mengirimkan perwakilan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: Deni Satria Budi
via Intisari
Ilustrasi. Hubungan China dan Amerika Serikat tambah panas gara-gara corona 

TRIBUNJAMBI.COM - Saat pandemi Covid-19 terus menyebar ke seluruh dunia, Amerika Serikat (AS) telah mempromosikan "keahlian luar biasa" Taiwan dalam memerangi penyakit dan mengerahkan sekutu-sekutunya - termasuk Jepang, Kanada, Australia, dan Uni Eropa - untuk mendukung partisipasi Taiwan dalam badan kesehatan global.

Melansir South China Morning Post, langkah-langkah Amerika itu sangat ditentang oleh China.

Amerika Serikat terus mendesak agar Taiwan bisa mengirimkan perwakilan di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sejumlah pakar menilai, dalam suatu langkah yang diperkirakan akan semakin memperdalam keretakan dengan China.

Pemerintah China memperingatkan bahwa peran resmi Taiwan di WHO akan melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Tiongkok.

Pertumbuhan Ekonomi Hanya 2,97%,  Efek Lockdown Ekspor ke China dan AS Turun

Saling Tuduh Soal Virus Corona, Hubungan China - Australia Diujung Tanduk

Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan WHO, akan mengadakan pertemuan dua hari mengenai pandemi melalui telekonferensi pada akhir bulan ini.

Taipei telah menyatakan keinginannya yang kuat untuk menghadiri pertemuan itu. Akan tetapi, mereka mengatakan belum menerima undangan.

Dalam sebuah briefing berita di Jenewa pada Senin, Steven Solomon, pejabat hukum utama WHO, mengatakan bahwa WHO mengakui Beijing sebagai "satu-satunya perwakilan sah Cina", sesuai dengan kebijakan PBB sejak 1971.

"Keterlibatan ... pengamat Taiwan dalam majelis adalah pertanyaan bagi 194 negara anggota WHO. Ini bukan wewenang sekretariat WHO untuk memutuskan,” jelasnya.

Daftar 10 Negara Dengan Kasus Virus Corona Terbanyak, Amerika Serikat di Urutan Tertinggi

PANAS, Amerika Serikat Blak-blakan, Donal Trump : Kami Tidak Senang dengan China

Solomon mengatakan, WHO memahami bahwa sejumlah negara telah menyuarakan keprihatinan mereka tentang masalah ini.

“Akan tetapi, bukan peran staf WHO untuk terlibat dalam masalah geopolitik. Sebenarnya, prinsip-prinsip netralitas dan imparsialitas kami ada untuk menjauhkan kami dari masalah-masalah itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, tahun lalu perwakilan Taiwan telah menghadiri delapan pertemuan WHO untuk para ahli dan enam acara informal.

Selain itu, dua ahli medis Taiwan juga telah ambil bagian dalam konferensi video tahun ini untuk membahas pandemi.

Pada hari Sabtu, Liu Yuyin, juru bicara misi permanen Tiongkok di Jenewa, memperingatkan bahwa seruan agar Taiwan memainkan peran dalam majelis mengirim pesan yang salah kepada pasukan pro-kemerdekaan di pulau itu dan mengkritik Amerika karena "mempolitisasi" upaya global untuk memerangi pandemi.

Liu merujuk pada panggilan konferensi oleh Menteri Kesehatan AS Alex Azar dengan pejabat kesehatan Taiwan pekan lalu di mana ia menyatakan dukungan penuh Amerika untuk Taiwan bergabung dengan acara WHO sebagai pengamat.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved